KUALA LUMPUR, Moslem Journey – Malaysia akan menggunakan momentum Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 untuk mengusulkan pembentukan ASEAN Halal Council, dengan Malaysia diajukan sebagai pemegang sekretariatnya. Usulan ini disampaikan Timbalan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua Majlis Pembangunan Industri Halal (MPIH), Ahmad Zahid Hamidi, menyusul Mesyuarat MPIH Bil. 1/2026 yang digelar Senin (14/9/2026) di Putrajaya.
MIHAS 2026 sendiri akan berlangsung pada 23-26 September di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.
Bukan Hanya Regional, Malaysia Juga Jajaki Kerja Sama dengan Arab Saudi
Selain mengusulkan ASEAN Halal Council, Ahmad Zahid mengungkapkan Malaysia turut menjalin diskusi dengan Arab Saudi terkait pembentukan World Halal Development Council berskala global, yang diusulkan akan dipimpin oleh Arab Saudi. Langkah ini menunjukkan ambisi Malaysia memposisikan diri sebagai penghubung utama antara ekosistem halal regional ASEAN dan inisiatif halal global yang lebih luas.
Pertemuan MPIH turut membahas penguatan tata kelola, peningkatan investasi, dan perluasan akses pasar bagi industri halal Malaysia. Ahmad Zahid memaparkan kontribusi sektor halal terhadap PDB Malaysia meningkat 6,1 persen menjadi RM81,25 miliar atau setara 7,6 persen dari PDB nasional per akhir Juni 2026, dengan nilai ekspor mencapai RM33,29 miliar dan investasi kumulatif di kawasan industri halal (Halal Industrial Parks) sebesar RM13,73 miliar.
Apa Artinya bagi Traveler Muslim ASEAN
Bagi traveler Muslim yang sering bepergian lintas negara ASEAN, wacana ASEAN Halal Council berpotensi membawa dampak nyata dalam jangka panjang: • Standar halal yang lebih konsisten lintas negara ASEAN bisa mengurangi kebingungan soal validitas sertifikasi halal saat berpindah negara mengingat saat ini setiap negara punya badan sertifikasi dan standar sendiri-sendiri. • Saling pengakuan sertifikasi (mutual recognition) antarnegara ASEAN, jika terwujud, akan mempermudah produk halal dari satu negara diterima dan dipercaya di negara ASEAN lainnya – termasuk yang dikonsumsi traveler saat berkunjung. • Momentum ini beririsan dengan kewajiban sertifikasi halal Indonesia yang mulai berlaku penuh 17-18 Oktober 2026 untuk seluruh produk makanan, kosmetik, obat, dan bahan kimia – menunjukkan arah regional yang sama-sama menuju penguatan tata kelola halal.
MIHAS 2026: Panggung Diskusi Industri Halal Terbesar ASEAN
MIHAS 2026 di Kuala Lumpur pada 23-26 September mendatang diperkirakan akan menjadi panggung utama pembahasan lebih lanjut usulan ASEAN Halal Council ini, sekaligus mempertemukan pelaku industri halal dari berbagai negara termasuk delegasi dan exhibitor dari Indonesia.
Moslem Journey akan hadir langsung di MIHAS 2026 sebagai media partner. Liputan on-ground, termasuk perkembangan lebih lanjut soal usulan ASEAN Halal Council ini, akan menyusul dari lokasi acara.

