Kalau di hari ketiga MIHAS 2026 sempat tercatat 30.000 pengunjung dengan target 50.000 di akhir acara, hasil akhirnya ternyata jauh melampaui ekspektasi itu. Berdasarkan rilis resmi MATRADE pasca-penyelenggaraan, MIHAS 2026 ditutup dengan total 69.104 pengunjung dari 93 negara — naik 18.764 pengunjung atau 37,3 persen dibanding 50.340 pengunjung di edisi 2025, sekaligus jadi angka partisipasi tertinggi sejak MIHAS pertama digelar pada 2004.
Angka ini menegaskan posisi MIHAS sebagai salah satu pameran dagang halal paling diminati di dunia. Selain pengunjung, acara ini juga mempertemukan exhibitor dan buyer INSP dari 58 negara — memperkuat jangkauan internasional dan daya tarik MIHAS sebagai eksposisi dagang halal global. Dengan skala sebesar ini, pengunjung yang datang ke MITEC selama empat hari penyelenggaraan punya akses ke keragaman produk dan pelaku bisnis yang jarang ditemui di satu tempat sekaligus.
Soal keragaman produk, beberapa kategori tercatat sebagai pendorong utama penjualan di lantai pameran: makanan olahan dan konfeksioneri, teknologi pangan dan kemasan, makanan beku, serta pupuk dan bahan kimia pertanian. Kombinasi kategori ini mencerminkan betapa luasnya cakupan industri halal yang bisa ditemui pengunjung — bukan cuma produk makanan siap konsumsi, tapi juga teknologi dan bahan baku di balik rantai produksinya.
Pengalaman pengunjung tahun ini juga diperkaya oleh integrasi teknologi Agentic AI, yang membantu mempertemukan buyer dengan exhibitor secara lebih personal berdasarkan kategori produk dan kebutuhan bisnis masing-masing. Teknologi ini menghasilkan lebih dari 22.000 pertemuan bisnis berbasis AI sepanjang acara — sebuah lompatan signifikan dalam cara pengunjung dan buyer menavigasi lantai pameran seluas MIHAS 2026, dibanding sekadar berjalan dari booth ke booth secara acak.
CEO MATRADE, Dato' Indera Abu Bakar Yusof, menyebut integrasi AI ini sebagai langkah MIHAS berevolusi menjadi ekosistem fasilitasi dagang yang lebih terkoneksi dan berbasis digital. "Dengan integrasi Agentic AI, MIHAS berkembang menjadi ekosistem fasilitasi dagang yang lebih terkoneksi dan digital, membantu perusahaan Malaysia mengidentifikasi calon buyer, membangun hubungan bisnis yang bermakna, dan mengejar peluang ekspor baru di luar lantai pameran," ujarnya.
Bagi pengunjung yang hadir langsung, lonjakan partisipasi sebesar ini juga berarti satu hal praktis: makin banyak kesempatan networking, makin banyak variasi produk yang bisa dibandingkan, dan makin tinggi kemungkinan menemukan mitra dagang yang relevan dengan kebutuhan masing-masing. Skala MIHAS 2026 yang mendekati 70.000 pengunjung dari hampir seratus negara menjadikannya salah satu titik pertemuan paling padat buat siapa pun yang berkecimpung di industri halal global.
Dengan hasil akhir yang jauh melampaui target awal 50.000 pengunjung, MATRADE kemungkinan akan menjadikan angka 69.104 ini sebagai patokan baru buat perencanaan kapasitas MIHAS di edisi-edisi mendatang — termasuk mempertimbangkan apakah venue, jumlah booth, dan infrastruktur pendukung lain perlu diperluas lagi untuk mengakomodasi pertumbuhan yang konsisten ini. Bagi pengunjung yang belum sempat hadir tahun ini, tren pertumbuhan 37,3 persen dari tahun ke tahun ini jadi sinyal kuat bahwa edisi-edisi mendatang kemungkinan besar akan jauh lebih ramai lagi.
Moslem Journey akan terus memantau perkembangan skala dan jangkauan MIHAS di edisi-edisi mendatang. Ikuti terus liputan lengkapnya.

