MIHAS Awards 2026 resmi menutup rangkaian Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 hari ini di MITEC, Kuala Lumpur — sekaligus menjadi penanda bahwa pameran dagang halal terbesar dunia ini sudah mencapai hari terakhirnya. Total 13 penghargaan dibagikan kepada exhibitor yang dianggap paling membentuk masa depan industri halal global lewat keunggulan, inovasi, keberlanjutan, dan transformasi digital.
Penghargaan tahun ini terbagi ke tiga kategori unggulan: Excellence Awards, Innovation, Sustainability & Digitalisation Awards, dan — untuk pertama kalinya — Women in Export (WiEX) Awards. Secara lebih rinci, 13 penghargaan ini mencakup Product/Service Excellence Awards (diraih NIMS Adeliciousz, Industri Makanan Jati, dan RK Mubaraka), Product/Service Emerging Star Award (Chocofac Malaysia dan Haritage Brands), Product/Service WiEX Award (Zhafou Global), Product/Service Innovation, Sustainability and Digitalisation Award (HYGR, Printdaddy, Betrimex/Coco Investments, Mega Fortris Berhad, Nestlé Products, dan Abin Manufacturing), serta WiEX Innovation, Sustainability and Digitalisation Award (Innovate Health).
Yang menarik, edisi 2026 ini menandai evolusi penting buat MIHAS Awards. Penekanannya kini jauh lebih kuat pada praktik bisnis yang future-ready, teknologi baru, digitalisasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan yang inklusif. Dengan kata lain, penghargaan ini nggak cuma menilai apa yang sudah dicapai perusahaan, tapi juga bagaimana cara mereka berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan nilai berkelanjutan di tengah pasar global yang makin kompetitif dan didorong teknologi.
Soal proses penilaian, MIHAS Awards 2026 terbuka buat exhibitor Malaysia maupun internasional yang memenuhi syarat kelayakan. Peserta melalui proses evaluasi yang terstruktur, mulai dari tahap pre-assessment sampai sesi pitching di depan panel juri independen — kesempatan buat peserta menunjukkan langsung pencapaian bisnis, kapabilitas inovasi, inisiatif keberlanjutan, dan penggunaan teknologi digital mereka. Untuk memastikan integritas dan transparansi proses ini, MATRADE bahkan melibatkan auditor eksternal independen yang bertugas mengawasi dan memvalidasi seluruh proses evaluasi.
Chairman MATRADE, YB Dato' Seri Reezal Merican Naina Merican, menyebut evolusi MIHAS Awards ini mencerminkan perubahan prioritas industri halal global. "MIHAS Awards nggak lagi cuma soal mengakui keunggulan yang sudah dicapai hari ini. Ini juga soal mengakui kapabilitas yang akan membentuk industri halal di masa depan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa para pemenang tahun ini menunjukkan resiliensi, kreativitas, dan kapabilitas berpikir ke depan yang dibutuhkan buat menavigasi pasar global yang terus berubah cepat.
Sementara itu, CEO MATRADE, YBhg. Dato' Indera Abu Bakar Yusof, menyoroti kualitas dan keberagaman entri tahun ini sebagai cerminan kematangan ekosistem halal yang terus berkembang. Ia juga menekankan bahwa kehadiran WiEX Awards dan kerangka penilaian yang diperkuat tahun ini memperluas cakupan MIHAS Awards secara keseluruhan, sementara validasi independen dari auditor eksternal memperkuat komitmen terhadap kredibilitas dan transparansi.
Lebih dari sekadar perayaan pencapaian tahun ini, MIHAS Awards 2026 juga jadi penanda komitmen berkelanjutan Malaysia untuk membentuk ekonomi halal yang lebih inovatif, berkelanjutan, berbasis digital, dan inklusif — sekaligus mengapresiasi bisnis-bisnis yang turut membangunnya. Ke depan, MATRADE menyebut penghargaan ini akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan ekosistem halal global, dengan penekanan lebih besar pada bisnis yang menunjukkan dampak terukur, adopsi teknologi, pertumbuhan yang bertanggung jawab, inovasi, dan potensi pasar internasional.
Dengan berakhirnya MIHAS Awards 2026, seluruh rangkaian MIHAS 2026 resmi lengkap — dari pembukaan dengan International Sourcing Programme di hari pertama, pembukaan pavilion negara-negara baru, forum-forum industri, sampai perayaan inovasi lewat penghargaan ini di hari terakhir. Bagi exhibitor yang belum berkesempatan menang tahun ini, daftar lengkap pemenang dan kategorinya bisa jadi gambaran berguna soal arah penilaian yang perlu dipersiapkan buat edisi mendatang.
Kalau ditarik mundur, perjalanan MIHAS 2026 selama empat hari ini sebenarnya menceritakan satu alur yang cukup runtut: dimulai dari skala besar lewat International Sourcing Programme yang mempertemukan ratusan buyer internasional, berlanjut dengan pembukaan pavilion negara-negara baru seperti Libya yang memperluas jejak dagang halal Malaysia, diperkuat lewat kerja sama kelembagaan seperti LOI MATRADE-JAKIM, dan akhirnya ditutup dengan apresiasi terhadap exhibitor yang dianggap paling mencerminkan arah masa depan industri ini. Rangkaian ini menunjukkan bahwa MIHAS 2026 dirancang bukan cuma sebagai ajang transaksi satu arah, tapi sebagai ekosistem lengkap yang mencakup dagang, kebijakan, dan pengakuan prestasi sekaligus.
Moslem Journey mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang MIHAS Awards 2026. Ikuti terus liputan lengkap MIHAS 2026 di Moslem Journey.

