Liputan Event

30.000 Pengunjung dalam Dua Hari: MIHAS 2026 Menuju Rekor Partisipasi Terbesar

Hari ketiga MIHAS 2026 dibuka dengan kabar yang cukup menggembirakan buat penyelenggara: pameran ini sudah menarik 30.000 pengunjung hanya dalam dua hari pertama, dan tetap berada di jalur untuk mencapai target 50.000 pengunjung bisnis sepanjang empat hari penyelenggaraan. Kalau tren ini terus berlanjut, edisi ke-22 MIHAS berpotensi menjadi edisi paling ramai sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

Skala tahun ini memang terbilang besar. MIHAS 2026 menghadirkan 2.000 booth, 1.700 exhibitor, dan 450 buyer yang mewakili 58 negara — angka yang menegaskan posisi MIHAS sebagai salah satu pameran dagang halal terbesar di dunia. Pertumbuhan jumlah pengunjung ini juga sejalan dengan minat internasional yang terus meningkat terhadap industri halal secara keseluruhan.

Di luar soal jumlah pengunjung, MIHAS 2026 juga memperkuat posisinya sebagai platform kemitraan internasional yang nyata. Salah satu momen pentingnya adalah penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara MATRADE dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) — sebuah kolaborasi strategis yang menandai babak baru kerja sama lintas lembaga di sektor halal Malaysia. Kesepakatan ini akan dibahas lebih detail secara terpisah, tapi kehadirannya di hari ketiga ini menegaskan bahwa MIHAS bukan cuma soal transaksi dagang antar perusahaan, tapi juga soal pembangunan infrastruktur kelembagaan jangka panjang.

Selain kemitraan di level institusi, MIHAS 2026 juga menyediakan ekosistem pendukung yang lengkap buat pelaku usaha halal. MATRADE's Knowledge Hub menghadirkan wawasan pasar langsung dari para pemimpin industri, termasuk perwakilan DHL Express Malaysia, UOB Malaysia, dan Farm Fresh Malaysia — memberi exhibitor akses ke pengetahuan praktis soal logistik, pembiayaan, hingga rantai pasok. Di sisi lain, inisiatif Women in Export (WiEX) menampilkan 80 booth yang dipimpin oleh perempuan pengusaha, menegaskan komitmen MIHAS terhadap inklusivitas di industri halal.

Pencapaian-pencapaian ini juga dirayakan lewat MIHAS Awards, yang mengapresiasi exhibitor dengan pencapaian unggul di bidang inovasi produk, keberlanjutan, dan ekspansi pasar global. Penghargaan ini jadi semacam penanda bahwa MIHAS tidak hanya soal volume transaksi, tapi juga soal kualitas dan arah perkembangan industri halal ke depan.

Yang membuat pencapaian tahun ini makin bermakna adalah konteks historisnya. Sejak pertama digelar pada 2004, MIHAS tercatat telah menghasilkan lebih dari RM35 miliar nilai ekspor dan menarik lebih dari setengah juta pengunjung bisnis dari seluruh dunia. Angka 30.000 pengunjung dalam dua hari ini, kalau dilihat dari perspektif dua dekade perjalanan MIHAS, menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan minat terhadap industri halal global — dan betapa pentingnya posisi Malaysia di dalamnya.

Bagi exhibitor dan buyer yang hadir langsung di MITEC, lonjakan jumlah pengunjung ini bukan sekadar statistik kosong. Ini berarti lebih banyak peluang pertemuan bisnis, lebih banyak calon mitra dagang, dan lebih banyak eksposur buat produk-produk halal yang dipamerkan. Momentum ini juga jadi sinyal positif bagi Malaysia yang terus berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi halal dunia, sejalan dengan tema MIHAS 2026 tahun ini, "Shaping Trust, Driving Resilience".

Dengan masih tersisa satu hari penyelenggaraan setelah hari ketiga ini, semua mata tertuju pada apakah MIHAS 2026 benar-benar akan mencetak rekor partisipasi baru. Kalau target 50.000 pengunjung tercapai, ini akan jadi pencapaian signifikan di tengah persaingan pameran dagang halal global yang juga terus bertambah ramai.

Angka pengunjung ini juga konsisten dengan data yang sudah diumumkan sejak hari pembukaan — 450 buyer internasional dari 58 negara yang hadir lewat International Sourcing Programme (INSP), termasuk buyer dari negara-negara yang baru pertama kali berpartisipasi seperti Comoros dan Rwanda. Artinya, lonjakan jumlah pengunjung bukan cuma soal kuantitas semata, tapi juga mencerminkan keberagaman pasar yang semakin luas — dari basis tradisional Asia Timur Laut dan ASEAN, sampai pasar non-tradisional di Afrika yang terus berkembang.

Kalau rekor partisipasi ini benar-benar tercapai di hari terakhir nanti, MATRADE kemungkinan akan menjadikan momentum ini sebagai patokan baru buat perencanaan MIHAS edisi berikutnya — baik dari sisi kapasitas venue, jumlah booth, maupun strategi menjangkau buyer dari kawasan yang belum banyak tergarap. Bagi Moslem Journey dan media lain yang meliput langsung dari lapangan, lonjakan jumlah pengunjung ini juga berarti satu hal sederhana: makin banyak cerita menarik yang bisa digali dari lantai pameran, baik dari sisi exhibitor, buyer, maupun pengunjung umum yang datang penasaran.


Moslem Journey akan terus memantau perkembangan MIHAS 2026 hingga hari terakhir penyelenggaraan. Ikuti terus liputan lengkapnya.

Ilham Pradipta

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Garuda Indonesia Umrah Festival 2025
Liputan Event

GANDENG BANK MANDIRI, GARUDA INDONESIA GELAR GARUDA INDONESIA UMRAH FESTIVAL 2025 DI 16 KOTA BESAR INDONESIA

Jakarta, 22 Agustus 2025 – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan kembali menggelar umrah travel fair yang bertajuk Garuda Indonesia
Garuda Umroh Travel Fair
Liputan Event

GARUDA INDONESIA UMRAH FESTIVAL RESMI DIGELAR,PROYEKSIKAN PENJUALAN 49 RIBU KURSI PENERBANGAN

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi menggelar Garuda Indonesia Umrah Festival 2025 yang didukung oleh