Berita Nasional

Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Sastranegara Dibuka Kembali Usai Erupsi Krakatau Mereda

JAKARTA, Moslem Journey — Setelah ditutup sejak Sabtu (5/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara resmi kembali beroperasi normal mulai Selasa dini hari (8/9/2026) pukul 00.01 WIB. Menyusul kemudian, Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe juga dibuka kembali pada pukul 02.25 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pembukaan kembali ini dilakukan setelah evaluasi keselamatan penerbangan nasional memastikan ruang udara di sekitar lintasan penerbangan sudah bersih dari ancaman abu vulkanik. Sebagai syarat, otoritas bandara bersama maskapai diwajibkan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh armada, dan kru penerbangan wajib memahami *restricted polygon* — wilayah udara yang masih terdeteksi mengandung sebaran abu vulkanik dan tetap dilarang dilintasi.

Dua bandara lain, yaitu Radin Inten II Lampung dan Muhammad Taufiq Kiemas Lampung, masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum dinyatakan aktif kembali.

Rekap Skala Dampak selama Penutupan

Selama hampir tiga hari penutupan, dampaknya cukup signifikan. Pada Minggu (6/9), sebanyak 209 penerbangan di Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan — terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 internasional, dan 10 kargo — menyebabkan penumpukan calon penumpang di area bandara.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengungkapkan data lebih rinci soal dampak ke jemaah umrah. Menurutnya, per 6 September pukul 21.00 WIB, terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah yang semestinya melayani sekitar 13.549 pergerakan penumpang pada Senin (7/9), dengan 3.450 orang di antaranya jemaah umrah. Namun sebagian besar jadwal dari maskapai utama seperti Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air sempat berstatus tertahan (hold) akibat abu vulkanik.

Puncak dampaknya terjadi Minggu (6/9), saat realisasi operasional penerbangan umrah hanya mampu memberangkatkan 2 penerbangan tanpa satu pun kedatangan — kontraksi tajam dibanding kondisi normal. Sebagai gambaran skala umrah lewat Soekarno-Hatta, sejak 1 Juli hingga 6 September 2026 tercatat 1.538 penerbangan umrah dengan total 486.629 penumpang, di mana jemaah umrah mencapai 180.726 orang atau sekitar 37 persen dari lalu lintas penumpang internasional.

Sementara itu, 382 jemaah umrah yang sempat dialihkan mendarat di Bandara SIM Aceh Besar akibat penutupan Soekarno-Hatta kini telah diterbangkan lanjut menuju Bandara Kertajati, Jawa Barat, untuk melanjutkan perjalanan.

Peringatan: Jemaah Berpotensi Tanggung Biaya Tambahan Sendiri

Di tengah kabar baik pembukaan kembali bandara, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhammad Firman Taufik mengingatkan gangguan penerbangan ini berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi jemaah, terutama untuk fasilitas yang sudah menjadi bagian dari paket umrah — seperti hotel, visa, dan tiket pesawat yang jadwalnya berubah akibat penundaan atau pengalihan penerbangan.

Menyikapi hal ini, Himpuh membentuk kanal komunikasi khusus bagi *tour leader* yang mendampingi jemaah, baik yang masih di Indonesia, dalam perjalanan, maupun yang tertahan di Arab Saudi. Asosiasi ini juga berkoordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah, yang telah membentuk kanal komunikasi khusus melibatkan asosiasi PPIU, maskapai, dan Kementerian Perhubungan.

Apa Artinya bagi Traveler Muslim Sekarang

Operasional bandara sudah normal, tapi tetap disarankan mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga (Level III) dan aktivitasnya bersifat fluktuatif, sehingga potensi gangguan susulan tetap perlu diantisipasi dalam beberapa waktu ke depan.

Jika jadwal umrah kamu terdampak segera koordinasikan dengan PPIU terkait soal kompensasi — jangan asumsikan seluruh biaya tambahan otomatis ditanggung pihak lain, mengingat peringatan dari Himpuh soal potensi biaya mandiri.

Manfaatkan kanal komunikasi khusus yang dibentuk Himpuh dan Kemenhaj jika mengalami kendala di lapangan.

FAQ

Apakah Bandara Soekarno-Hatta sudah beroperasi normal?

Ya, sejak Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 WIB, bersama Bandara Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara.

Apakah semua bandara yang sempat ditutup sudah dibuka?

Belum semua. Bandara Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Apakah jemaah umrah yang terdampak pasti mendapat ganti rugi penuh?

Pemerintah menegaskan hak refund/reschedule dari maskapai, namun Himpuh mengingatkan jemaah tetap berpotensi menanggung biaya tambahan untuk fasilitas yang sudah masuk paket (hotel, visa, dll). Segera koordinasi dengan PPIU masing-masing.

Artikel ini disusun Moslem Journey berdasarkan pemberitaan Antara, Detik Finance, Kompas.com, Sindonews, iNews, Erakini, dan Republika, per situasi terkini pukul penulisan.

Ilham Pradipta

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Berita Nasional

Indonesia Sambut Wisman Pertama Tahun 2025 di Tiga Pintu Masuk Utama

Jakarta, 2 Januari 2025 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Garuda Indonesia, dan pemerintah daerah
Berita Nasional

HADIRKAN RAGAM PILIHAN PERJALANAN UMRAH TERJANGKAU, GARUDA INDONESIA KEMBALI GELAR GARUDA UMRAH TRAVEL FAIR (GUTF) 2025

Dok : Garuda Indonesia Jakarta, 4 Februari 2025 – Sejalan dengan upaya untuk mengoptimalkan pangsa pasar penerbangan umrah serta menghadirkan