JAKARTA, Moslem Journey — Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Minggu (6/9/2026) memicu penutupan sementara delapan bandara di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan akibat sebaran abu vulkanik. Kondisi ini turut berdampak langsung pada ratusan jemaah umrah yang sedang dalam perjalanan berangkat maupun pulang ke Tanah Air.
Delapan bandara yang terdampak yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Radin Inten II (Lampung), Budiarto (Curug), Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Taufik Kiemas (Pesisir Barat Lampung), dan Atung Bungsu (Pagar Alam). AirNav Indonesia dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan penutupan tersebut sebagai langkah pencegahan, mengingat abu vulkanik berpotensi membahayakan mesin pesawat.
Penutupan Diperpanjang Berkali-kali
Masa penutupan Bandara Soekarno-Hatta telah diperpanjang beberapa kali sejak Minggu malam, mengikuti arah sebaran abu vulkanik yang terus berubah. Pengelola bandara menyampaikan pembaruan status melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia, dengan waktu penutupan yang bergeser dari malam hari hingga sore keesokan harinya.
Manajemen InJourney Airports mencatat, sejak 5 hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB, penutupan sementara empat bandara utama telah berdampak pada sekitar 2.300 penerbangan dan lebih dari 268 ribu penumpang di seluruh jaringan bandara yang dikelola perusahaan tersebut.
Jemaah Umrah Ikut Terdampak
Dampak paling menonjol dirasakan oleh jemaah umrah yang tengah dalam perjalanan. Salah satu pesawat Garuda Indonesia yang membawa 382 jemaah umrah dari Jeddah menuju Soekarno-Hatta terpaksa dialihkan mendarat di Bandara SIM Aceh Besar karena bandara tujuan belum dapat menerima kedatangan.
Di Makassar, sejumlah jemaah umrah yang telah memegang boarding pass di Bandara Sultan Hasanuddin harus membatalkan rencana keberangkatan mereka menuju Jakarta sebagai transit awal ke Tanah Suci, setelah maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan lanjutan akibat penutupan bandara tujuan.
Menyikapi kondisi ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memastikan kebutuhan jemaah yang terdampak tetap terpenuhi selama masa tunggu, termasuk akomodasi dan konsumsi.
Pemerintah Tegaskan Hak Penumpang
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan seluruh maskapai wajib memfasilitasi hak penumpang yang terdampak penutupan delapan bandara tersebut, baik melalui skema pengembalian dana penuh maupun penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan. Ia menambahkan bahwa proses tersebut dapat diselesaikan secara elektronik sehingga penumpang tidak perlu datang langsung ke bandara.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub turut memastikan kebijakan pengembalian dana berlaku penuh untuk seluruh penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi operasional bandara terdampak abu vulkanik. Selain itu, Kemenhub membuka opsi penggunaan bandara alternatif agar mobilitas masyarakat, termasuk jemaah umrah, tetap dapat berlangsung selama masa penutupan.
Sebagai langkah tanggap darurat, pengelola Bandara Soekarno-Hatta turut mengaktifkan skema Service Recovery Activation (SRA), yang mencakup penyediaan makanan ringan, minuman, serta layanan bus menuju hotel bagi penumpang yang tertahan di terminal.
Yang Perlu Dilakukan Jemaah dan Keluarga
Bagi jemaah umrah atau keluarga yang penerbangannya terdampak, ada beberapa langkah yang bisa segera dilakukan:
- Cek status penerbangan secara berkala melalui aplikasi atau kanal resmi maskapai, karena jadwal penutupan bandara dapat berubah dalam hitungan jam.
- Hubungi PPIU atau travel umrah yang menangani keberangkatan untuk memastikan opsi reschedule atau pendampingan selama masa tunggu.
- Manfaatkan hak refund atau reschedule yang telah ditegaskan Kemenhub berlaku penuh, tanpa harus datang langsung ke bandara.
- Pantau informasi resmi dari akun media sosial bandara terkait dan Contact Center InJourney Airports untuk update terbaru.
FAQ
Bandara mana saja yang ditutup akibat erupsi Anak Krakatau?
Delapan bandara terdampak yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Radin Inten II, Budiarto, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Apakah penumpang terdampak bisa mendapat refund tiket?
Ya. Kemenhub menegaskan maskapai wajib memfasilitasi refund 100% atau reschedule tanpa biaya tambahan, dan prosesnya bisa dilakukan secara elektronik.
Apa yang harus dilakukan jemaah umrah yang penerbangannya terdampak?
Jemaah disarankan mengecek status penerbangan secara berkala, menghubungi PPIU masing-masing, dan memanfaatkan hak refund/reschedule yang berlaku.
Artikel ini disusun Moslem Journey berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, Antara, Republika, Liputan6, Media Indonesia, Tribun Aceh, InfoPublik Kemenkominfo, Jawa Pos, dan Detik, per situasi terkini pukul penulisan.

