KISAH

Jejak Sejarah Islam di Tiongkok: Menjelajahi Masjid Kuno & Komunitas Muslim

Halo, sobat mojou! Ketika Anda mendengar kata Tiongkok, apa yang terlintas di benak Anda? Tembok Besar yang megah? Kota-kota modern yang futuristik? Atau mungkin, Anda berpikir tentang kuliner halal yang sulit ditemukan? Ternyata, di balik semua citra itu, Tiongkok menyimpan rahasia sejarah yang menakjubkan dan jarang diketahui: jejak sejarah Islam yang sudah berusia lebih dari 1.400 tahun.

Islam bukanlah agama baru di Tiongkok. Ia telah berakar kuat, tumbuh, dan berinteraksi dengan budaya Tiongkok selama berabad-abad, menciptakan perpaduan unik yang tak ada duanya. Artikel ini akan membawa Anda dalam sebuah perjalanan spiritual dan budaya untuk menjelajahi masjid-masjid kuno yang menjadi saksi bisu peradaban, serta berinteraksi dengan komunitas Muslim lokal yang ramah. Siapkan diri Anda untuk sebuah petualangan yang akan mengubah cara pandang Anda tentang Tiongkok!

Awal Mula Islam di Tiongkok

Kisah Islam di Tiongkok dimulai pada abad ke-7, di masa dinasti Tang. Para pedagang Arab dan Persia yang berlayar melalui Jalur Sutra datang ke Tiongkok tidak hanya untuk berdagang, tetapi juga membawa ajaran Islam. Mereka disambut dengan baik oleh pemerintah Tiongkok, yang mengizinkan mereka untuk tinggal dan mendirikan komunitas.

Komunitas Muslim ini tumbuh, berintegrasi, dan melahirkan generasi Muslim Tiongkok yang kita kenal sekarang sebagai suku Hui dan Uyghur. Mereka membangun masjid-masjid yang menggabungkan arsitektur Islam dengan arsitektur Tiongkok, menciptakan mahakarya yang unik dan indah.

Masjid-Masjid Kuno: Simbol Perpaduan Budaya

Masjid di Tiongkok berbeda dengan masjid di negara lain. Alih-alih kubah dan menara yang menjulang tinggi, Anda akan menemukan gerbang-gerbang tradisional Tiongkok, paviliun-paviliun yang indah, dan taman-taman yang menenangkan.

1. Masjid Agung Xi’an: Mahakarya Perpaduan Arsitektur

Jika Anda ingin melihat perpaduan budaya yang paling sempurna, kunjungi Masjid Agung Xi’an. Berlokasi di kota Xi’an, masjid ini dibangun pada tahun 742, menjadikannya salah satu masjid tertua di Tiongkok.

Arsitekturnya sepenuhnya bergaya Tiongkok, dengan halaman-halaman yang berurutan, gerbang-gerbang yang dihiasi ukiran naga, dan paviliun-paviliun yang penuh dengan kaligrafi Tiongkok. Di dalamnya, Anda akan menemukan ruang salat yang dihiasi dengan kaligrafi Arab dan Tiongkok. Ini adalah bukti nyata betapa Islam dapat beradaptasi dan berintegrasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan identitasnya.

2. Masjid Raya Niujie, Beijing: Pusat Kehidupan Muslim di Ibu Kota

Di ibu kota Tiongkok, Masjid Raya Niujie adalah masjid tertua dan terbesar. Dibangun pada tahun 996, masjid ini adalah pusat kehidupan spiritual komunitas Muslim di Beijing. Arsitekturnya memadukan gaya tradisional Tiongkok dengan sentuhan Islam.

Di sini, Anda bisa melihat bagaimana komunitas Muslim di Beijing menjalankan ibadah dan tradisi mereka. Ada banyak toko dan restoran halal di sekitar masjid, menjadikannya tempat yang sangat nyaman bagi muslim traveler.

3. Masjid Id Kah, Kashgar, Xinjiang: Jantung Komunitas Uyghur

Beralih ke ujung barat Tiongkok, di kota Kashgar, berdiri Masjid Id Kah. Masjid ini adalah masjid terbesar di Tiongkok dan menjadi pusat kehidupan spiritual bagi komunitas Muslim Uyghur.

Arsitekturnya kental dengan gaya arsitektur Asia Tengah dan Islam, dengan halaman yang luas, dinding yang berwarna kuning, dan sebuah menara yang indah. Mengunjungi masjid ini adalah kesempatan untuk merasakan langsung budaya Uyghur yang kaya dan otentik.

Avatar

Ilham Pradipta

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

KISAH

Kisah Inspiratif Muslim Traveler: Mengelilingi Dunia dengan Iman dan Keberanian

Halo, sobat mojou! Pernahkah Anda merasa bahwa impian untuk mengelilingi dunia adalah hal yang mustahil? Bahwa keterbatasan waktu, biaya, atau