BeritaNasional

Transportasi Angkutan Prioritas Yang Diperbolehkan Beroperasi Saat PSBB Jakarta

Ilustrasi Transportasi Angkutan Prioritas - Moslem Journey

Moslem Journey – Transportasi angkutan prioritas dibuat oleh Polda Metro Jaya untuk tetap beroperasi di jalan Jakarta saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mengingat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan PSBB sejak Jumat (9/4) malam pukul 00.00 WIB.

Dilansir dari Antara, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan ada 10 jenis transportasi angkutan yang masuk dalam daftar prioritas . 10 jenis merupakan Transportasi angkutan pembawa barang-barang yang bersangkutan dengan kebutuhan hidup masyarakat.

Berikut ini 10 daftar transportasi angkutan prioritas yang diperbolehkan untuk tetap beroperasi di jalan Jakarta saat PSBB.

  1. Angkutan barang membawa kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi.
  2. Angkutan barang membawa keperluan pokok masyarakat sehari-hari.
  3. Angkutan barang membawa makanan, minuman, dan sayur yang didistribusikan ke pasar atau supermarket.
  4. Angkutan barang membawa uang untuk diedarkan kepada masyarakat.
  5. Angkutan barang membawa bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG).
  6. Angkutan barang membawa keperluan bahan baku industri, manufaktur, dan asembling.
  7. Angkutan barang membawa keperluan ekspor dan impor.
  8. Angkutan barang membawa barang jasa pengiriman.
  9. Angkutan barang pengangkut karyawan.
  10. Angkutan kapal penyeberangan.

Selain 10 transportasi angkutan prioritas yang diperbolehkan untuk beroperasi di jalanan Jakarta, moda transportasi pengangkut penumpang juga diperbolehkan untuk tetap beroperasi. Namun dengan catatan melakukan pembatasan jumlah penumpang dalam satu moda transportasi tersebut.

Dalam video sosialisasi PSBB yang diunggah ke seluruh media sosial milik TMC Polda Metro Jaya, Sambodo mengatakan, yang dibatasi dalam transportasi pengangkut penumpang hanyalah jumlah penumpang di dalam satu kendaraan, namun itu pun masih menunggu peraturan dari Gubernur DKI.

Sambodo memastikan bahwa Polda Metro Jaya tidak akan ada pembatasan akses atau rekayasa keluar dan masuk dari/menuju ke Ibu Kota Jakarta. Ia menegaskan bahwa pembatasan transportasi hanya berkonsentrasi pada jumlah penumpang yang diberlakukan pada transportasi pengangkut penumpang.

Baik dalam kendaraan pribadi maupun kendaraan umum serta moda transportasi yang pengangkut barang yang membawa penumpang. Selain itu, physical distancing juga perlu dilakukan di ketiga jenis moda transportasi tersebut.

Comment here