ArtikelJournalPilihanTips

Tetap Shalat saat Naik Gunung, Begini Caranya…

Moslem Journey – Kegiatan hiking (naik gunung) memang menjadi kegiatan favorit generasi millenial untuk mengisi waktu liburan. Kegiatan tersebut simple namun dapat memacu adrenalin karena harus menaklukan puncak-puncak gunung yang ada di Indonesia. Selain itu, mereka juga dapat menemukan spot-spot terbaik yang sangat instagramable. Tentunya hal itu tidak ingin dilewatkan oleh generasi millenial agar dapat mengunggah foto terbaiknya.

Masalah ibadah juga tidak boleh menjadi hal yang dilewatkan. Shalat merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap muslim dalam kondisi apapun dan dimanapun. Beberapa pendaki pemula tentunya belum mengetahui bagaimana tata cara sholat saat naik gunung. Tetapi jangan khawatir, Moslem Journey akan memberikan panduan sederhana ibadah shalat  saat naik gunung.

Panduan Sederhana Shalat saat Naik Gunung

1.      Arah kiblat

Menghadap kiblat merupakan syarat sah wajib shalat. Cara termudah gunakan GPS atau kompas untuk menentukan arah kiblat. Pastikan arah kiblat shalatmu dengan benar ya Sobat Mojou. Aplikasi Moslem Journey Apps bisa membantu kamu untuk mencari arah kiblat.

2.      Wudhu

Dalam pendakian terdapat kondisi dimana persediaan air terbatas bahkan seseorang tidak bisa menemukan air, tayamum dengan debu bisa menjadi alternative untuk sobat mojou. Tata cara tayamum bisa kamu lihat di sini

Baca: Catat! 5 Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia 

3.      Shalat

Jangan lupa selalu membawa alat shalat terutama perempuan untuk mempermudah kalian dalam menutup aurat. Mukenah berbahan parasut menjadi rekomendasi karena sifatnya ringan dan mudah dilipat dalam bentuk kecil.

Saat shalat, seseorang pun diperbolehkan menggunakan sepatu. Shalat fardhu juga boleh dijamak saat dalam keadaan safar, yakni dengan mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu (dzuhur dengan ashar dan magrib dengan isya). Musafir pun dimudahkan oleh Allah dengan mengqoshor shalatnya yakni dengan meringkas jumlah rakaat shalat (4 rakaat menjadi 2 rakaat).

Demikian panduan shalat yang dapat Moslem Journey berikan saat sedang naik gunung. Jadi para pecinta alam juga harus mencintai pencipta alam itu sendiri yaitu Allah Sang Maha Pencipta dengan tidak meninggalkan kewajiban sebagai hamba diantaranya shalat 5 waktu.(cm)



Comment here