BeritaNasional

Tak Patuhi PSBB, Pengendara Dapat Dikenai Denda Atau Pidana Penjara

Ilustrasi Tak Patuhi PSBB - Molsem Journey

Moslem Jouney – Tak Patuhi PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang diterapkan di DKI Jakarta, pengendara dapat dikenakan sanksi denda hingga 100 juta rupiah atau kurungan penjara satu  tahun.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers, Jumat (10/4), mengatakan, sanksi tersebut dilakukan berdasaran Undang-Undang (UU) Pasal 93 Tentang Karantina Kesehatan.

“Ada sanksi yang dapat diterapkan pada masyarakat yang tidak mematuhi PSBB di Jakarta, yakni ancaman satu tahun penjara dan denda 100 juta yang bisa jadi opsi untuk dikeluarkan,” kata Yusri.

Namun, hingga saat kini pihaknya masih mengedepankan imbauan dan mengedukasi masyarakat secara persuasif kepada masyarakat yang masih tidak mematuhi PSBB.

Menurut Yusri, aturan sanksi pidana dan denda merupakan opsi terakhir yang dapat dilakukan, namun pihaknya lebih mengutamakan kesadaran masyarakat untuk mematuhi PSBB.

Mengacu pada Peraturan Gubernur No. 33 Thn 2020 Tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, bagian ketujuh mengatur pembatasan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Pasal 18 menyatakan mobil pribadi hanya boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok/aktivitas yang diperbolehkan selama PSBB. Pengemudi dan penumpang diwajibkan menggunakan masker di dalam kendaraan.

Pengemudi dan penumpang tidak diperbolehkan pergi, apabila suhu tubuh badan di atas normal dan penumpang tidak boleh lebih dari kapasitas kendaraan. Setelah digunakan beroperasi, mobil diwajibkan untuk didisinfeksi.

Ketentuan tersebut juga berlaku untuk sepeda motor pribadi, dengan tambahan pengemudi dan penumpang diwajibkan menggunakan sarung tangan.

Namun, untuk angkutan roda dua berbasis aplikasi atau ojek online (Ojol) tidak dapat diberlakukan. Menurut Peraturan Gubernur, ojol hanya dapat mengangkut barang.

Lalu berdasarkan pasal 27 menyatakan pelanggaran terhadap penerapan PSBB yang sudah diatur dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi pidana.

Perlu diketahui, DKI Jakarta merupakan wilayah yang pertama kali menerapkan PSBB selama dua pekan ke depan yang dimulai sejak Jumat (9/4) dini hari.

Selama PSBB, masyarakat dilarang untuk ke luar rumah, kecuali untuk berkativitas yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 9 Tahun 2020.

Comment here