Buat investor asing yang serius mempertimbangkan Malaysia sebagai basis bisnis jangka panjang, pemerintah Malaysia lewat Kementerian Dalam Negeri dan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) menawarkan program residensi bernama Malaysia Premium Visa Programme (PVIP) — izin tinggal 20 tahun yang bisa diperpanjang. Tapi sebelum mendaftar, penting buat tahu persis apa saja syarat dan benefit yang ditawarkan program ini.
Soal syarat finansial, PVIP menyediakan dua jalur yang bisa dipilih pemohon. Jalur pertama adalah lewat penghasilan: pemohon perlu menunjukkan penghasilan onshore atau offshore minimum RM40.000 per bulan, atau setara RM480.000 per tahun. Jalur kedua adalah lewat kekayaan bersih: pemohon bisa menunjukkan bukti aset likuid senilai minimum RM1 miliar sebagai alternatif dari syarat penghasilan bulanan.
Di luar dua jalur tersebut, ada syarat tambahan yang berlaku buat semua pemohon: penempatan deposito tetap minimal RM1 juta di bank berlisensi Malaysia. Pemohon juga wajib lolos pemeriksaan keamanan dari Polis Diraja Malaysia (PDRM), serta mendapat sertifikasi bebas dari penyakit menular lewat pemeriksaan medis. Kombinasi syarat finansial dan syarat keamanan/kesehatan ini menunjukkan bahwa PVIP memang dirancang secara selektif, bukan program residensi investasi yang terbuka buat sembarang pemohon.
Setelah memenuhi syarat-syarat tersebut, peserta PVIP mendapat sejumlah benefit yang cukup menyeluruh. Yang paling mencolok tentu saja masa berlaku 20 tahun dengan fasilitas multiple entry visa, jauh lebih panjang dibanding kebanyakan visa investor di negara lain yang biasanya berkisar antara 5 sampai 10 tahun. Nggak ada batasan usia buat mendaftar, dan yang tak kalah penting, nggak ada syarat jumlah minimum hari tinggal di Malaysia — jadi peserta bisa tetap aktif menjalankan bisnis internasional mereka tanpa harus menetap penuh waktu di Malaysia.
Peserta PVIP juga diizinkan untuk tinggal, belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas bisnis secara legal di Malaysia tanpa perlu izin kerja terpisah atau sponsor lokal — sesuatu yang biasanya jadi hambatan birokrasi utama di skema visa investor konvensional. Program ini juga mengizinkan peserta membawa anggota keluarga sebagai tanggungan, termasuk pasangan, orang tua, mertua, dan anak-anak, sekaligus memperbolehkan mereka mempekerjakan pekerja rumah tangga asing — menjadikan PVIP sebagai paket residensi yang dirancang buat kebutuhan keluarga, bukan cuma individu investor.
Dari sisi pemerintah Malaysia, program ini juga dirancang dengan batasan yang jelas: total peserta PVIP aktif dibatasi hingga 1 persen dari populasi Malaysia pada satu waktu. Pendekatan ini kemungkinan dimaksudkan untuk menjaga kualitas dan daya saing program — memastikan PVIP tetap jadi skema eksklusif, bukan jalur residensi massal.
Selain syarat dan benefit, materi promosi PVIP juga menyoroti sejumlah faktor pendukung yang membuat Malaysia kompetitif dibanding negara lain dengan program residensi investasi serupa: lokasi strategis di jantung ASEAN, peluang investasi lintas sektor (termasuk industri halal, teknologi digital, dan energi), kualitas hidup yang nyaman, ekosistem tenaga kerja terampil, konektivitas internasional yang baik, insentif pajak dari kerangka 2026, dan biaya hidup yang relatif terjangkau dibanding negara-negara Barat.
Bagi investor atau pengusaha dari Indonesia yang memenuhi syarat finansial program ini, PVIP bisa jadi opsi menarik buat memperluas basis bisnis ke Malaysia tanpa ribet mengurus visa kunjungan berulang kali. Informasi pendaftaran lebih lanjut, termasuk daftar agensi resmi yang berwenang memproses aplikasi, bisa diakses lewat portal MyGovernment untuk non-warga negara Malaysia.
Mengingat kombinasi syarat finansial dan syarat keamanan yang berlapis, proses pengajuan PVIP kemungkinan nggak bisa diselesaikan dalam hitungan hari. Calon pemohon perlu menyiapkan dokumen pendukung yang lengkap — mulai dari bukti penghasilan atau kekayaan bersih, bukti penempatan deposito, sampai hasil pemeriksaan medis dan keamanan — sebelum aplikasi bisa diproses lebih lanjut oleh agensi resmi. Bagi yang serius mempertimbangkan PVIP, langkah paling praktis adalah menghubungi Jabatan Imigresen Malaysia atau agensi resmi terdaftar sejak dini, supaya ada cukup waktu untuk melengkapi seluruh persyaratan sebelum mengajukan aplikasi secara formal. Dengan masa berlaku 20 tahun dan fleksibilitas sebesar ini, waktu persiapan di awal terasa sepadan dibanding harus mengurus visa kunjungan berulang kali setiap tahun — apalagi buat investor yang memang berencana aktif berbisnis di Malaysia dalam jangka panjang, bukan sekadar berkunjung sesekali untuk urusan dagang.
Moslem Journey akan terus mengikuti perkembangan kebijakan visa dan investasi Malaysia yang relevan buat pembaca. Ikuti terus liputan lengkapnya.

