JournalTahukah Kamu

Stasiun Jakarta Kota Dalam Sejarah

Moslemjourney.com – Sobat Mojou yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya pasti tahu dong dengan wisata sejarah Kota Tua. Tempat wisata yang terkenal dengan gedung peninggalan Belanda tersebut memang menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan selain murah meriah, untuk mencapai wisata Kota Tua pun tidak perlu susah-susah untuk mencari moda transportasi. Sebab, banyak pilihan transportasi umum untuk menuju ke sana.

Misal Sobat Mojou ingin naik bus, bajaj, angkutan umum maupun kereta semua tersedia. Sangat mudah kan?

Nah, berbicara mengenai moda transportasi untuk menuju Kota Tua, tentunya Sobat Mojou tidak asing dengan kereta. Jika Sobat Mojou ingin ke wisata Kota Tua sudah pasti akan turun di stasiun Kota.

Tapi tahukah Sobat Mojou kalau Stasiun Jakarta Kota juga sangat bersejarah? Kalau belum tahu, yuk baca artikel singkat ini.

Jadi, apakah Sobat Mojou menyadari kalau stasiun Jakarta Kota ini memiliki bangunan yang megah dan unik? Jika iya, tentu saja bangunan stasiun ini megah dan unik. Hal tersebut karena stasiun ini di bangun pada zaman Belanda.

Lebih lanjut, sebelum dikenal dengan sebutan Stasiun Jakarta Kota, stasiun ini dulu disebut dengan Stasiun Beos. Stasiun Beos sendiri memiliki kepanjangan Bataviasche Ooster Spoorweg Maattschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Sebutan tersebut masih bertahan hingga 1980-an.

Stasiun Jakarta Kota telah beroperasi sejak 1873. Saat itu, Stasiun Beos menjadi jalur kereta api pertama Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor). Jalur lain yang menjadi tujuan juga, seperti Bekassie (Bekasi), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang).

Nah, saat ini Stasiun Jakarta Kota masuk dalam kategori cagar budaya yang wajib dilindungi karena merupakan peninggalan sejarah.

Ngomong-ngomong, siapa sih perancang Stasiun Jakarta Kota? Ternyata stasiun ini dirancang oleh seorang arsitek kelahiran Tulungagung bernama Frans Johan Lowrens Ghijsels.

Ia mendesain stasiun ini dengan mengkombinasikan struktur dan teknik modern barat “Art Deco”. Saat pertama kali dibuat, stasiun ini dijuluki ‘Het Indishe Bouwen’ atau ‘Gedung Hindia’. Konstruksi bangunan berbentuk huruf “T”. Rangka atau atap berbentuk kupu-kupu dengan penyangga kolom baja. Maka dari itu stasiun ini memang benar-benar bergaya Eropa yang klasik.

Gimana Sobat Mojou, sudah tahu belum sejarah Stasiun Jakarta Kota? Menarik bukan.. Kalau gitu yuk share artikel ini supaya makin banyak orang yang tahu tentang sejarah stasiun Jakarta kota.

 

*artikel ini bersumber dari bobo.grid.id

 

RDA

Comments (2)

  1. Achat Kamagra 100 Mg Buy Cialis Isotretinoin Isotrex Cialis Kamagra Oral Jelly Mit Alkohol

  2. I’m now not sure the place you’re getting your info, but
    good topic. I must spend some time studying much more or working out more.
    Thank you for excellent info I was in search of this information for my mission.

Comment here