JournalTransportasi

Sistem Kerja Kamera Tilang Elektronik (ETLE) Menilang Para Pelanggar

moslemjourney.com – Tahun 2018 lalu, Direktorat Lalu Lintas  (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai memperlakukan memperlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau yang dikenal dengan tilang elekronik. Dan di awal Oktober tahun 2019, Ditlantas menambah kamera khusus ETLE di beberapa titik jalan serta jalur busway dan tol.

Maka, bagi sobat Mojou yang berkendara menggunakan kendaraan diharapkan untuk menaati peraturan dan selalu membawa surat-surat penting dalam berkendara. Tapi tahukah sobat Mojou bagaimana kamera khusus ETLE tersebut bekerja, yuk kita mengenali sistem kerja kamera ETLE tersebut sebagi berikut.

Dilansir dari Detik.com, Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman menyebutkan kalau kamera khusus ETLE tersebut dapat menganalisis berbagai pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengguna jalan. Seperti pelanggaran ganjil-genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, serta menggunakan handphone saat berkendara.

Baca juga: Daftar Penempatan 45 Kamera Baru Di Wilayah Perluasan Tilang Elektronik

“E-TLE yang sudah kita mulai sejak Oktober 2018, kurang-lebih 7 bulan perjalanan sampai dengan 1 Juli ini. Kita mengembangkan teknologi pada kamera yang terpasang, tidak hanya kualitas kameranya, kemampuannya, tapi penempatannya juga,” kata Kompol Arif bulan Juli lalu yang dikutip dari Detik.com.

Kamera khusus ETLE tersebut memiliki kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi jenis kendaraan, pelanggaan, hingga mengindentifikasi nomor registrasi kendaraan. Selain itu, kamera tersebut juga memiliki jaringan fiber optip yang memiliki kecepatan tinggi berupa virtual private network dengan bandwidth 80 MBPS pada setiap titik kamera analitik.

Sistem kerja yang dimiliki kamera tersebut bisa merekam dan mengidentifikasi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan. Output dari kamera tersebut akan menghasilkan jenis-jenis pelanggaran, pelat nomor kendaraan, dan kendaraan yang melanggar.

“Kamera menangkap image atau video, lalu secara otomatis video itu akan menganalisis kendaraan-kendaraan yang melanggar. Hasil data-data kendaraan itu disajikan kepada petugas dilengkapi dengan identitas kendaraan,” kata Kompol Arif dikutip dari Detik.com.

Baca juga: 5 Tips Aman Saat Berkendara Menggunakan Mobil

Dari data-data yang muncul dari kamera tersebut, nantinya akan diverifikasi lagi oleh petugas kepolisian dari Ditlantas Polda Metro Jaya. Setelah terverifikasi, petugas akan mengirimkan surat konfrimasi tersebut ke alamat pemilik kendaraan tersebut sesuai dengan data registrasi kendaraan.

“Dari data kendaraan yang melanggar akan diverifikasi oleh petugas. Jadi ketajaman mata kamera dibandingkan lagi dengan mata petugas. Apabila sudah oke terverifikasi, diverifikasi sehingga terbit surat konfirmasi,” kata Kompol Arif dari Detik.com.

(IF)

Comment here