BeritaBerita Utama

Seorang Nenek Tewas Tertabrak Harley di Bogor

Seorang nenek bernama Siti Aisyah tewas ditabrak pengendara motor Harley Davidson berinisial HK (47). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/12), saat Siti menyeberang Jalan Pajajaran bersama dengan cucunya yang masih berusia lima tahun bernama Anya.

Kapolresta Bogor Kota Kombes, Hendri Fiuser mengatakan setelah dilakukan 1×24 jam, HK ditetapkan sebagai tersangka dan terbukti lalai dalam mengendarai motornya.

Baca juga Kenali Garis Marka Di Tengah Jalan Ini, Supaya Selamat Dari Kecelakaan

Selain menahan HK di Polresta Bogor Kota, motor Harley jenis road giled bernopol B 4754 NFE berwarna hitam juga disita.

Dilansir dari Kumparan berikut rangkumannya:

 

Anya, salah satu pejalan yang ditabrak pengendara motor Harley Davidson di Bogor. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Siti Aisyah Ditabrak saat Menyeberang di Jalan Pajajaran bersama Cucunya

HK yang mengemudikan Harley bernopol B 4754 NFE datang dari arah Warung Jambu menuju Tugu Kujang. Namun di Jalan Pajajaran, HK, menabrak Siti Aisyah dan cucunya, Anya. Hadi, anak Siti Aisyah yang juga ayah dari Anya, mengatakan keduanya hendak bermain ke Sempur pagi itu. Sang ibu ingin menikmati libur dengan cucunya.

“Malamnya Emak bilang, mau ke Sempur pagi itu. Enggak acara, ngajak main cucunya, berdua doang,” ujar Hadi saat kumparan temui di RS PMI, Senin (16/12).

Motor Harley Davidson yang disita Polresta Bogor usai menabrak pengguna jalan hingga tewas. Foto: Muhammad
HK Tidak dalam Pengaruh Alkohol dan Narkoba
Motor Harley Davidson yang tabrak nenek di Bogor. Foto: kumparan
Kecepatan Harley saat Tabrak Nenek di Bogor 70 Km/Jam

Hendri Fiuser mengatakan, saat kejadian, kecepatan motor Harley yang dikendarai HK diperkirakan 60-70 kilometer per jam. HK juga saat itu berkendara sendiri dan tidak sedang konvoi.

“(Berkendara) sendiri. Kecepatan sekitar 60-70 kilometer per jam,” ujar Hendri.

Hendri juga mengungkapkan, motor Harley yang dikendarai HK memiliki surat-surat lengkap atas nama dirinya. Selain itu moge yang saat ini sudah diamankan di Polres Bogor Kota itu juga lancar dalam pembayaran pajak.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser ungkap kasus pembunuhan terhadap anak dibawah umur. Foto: Dok. Polresta Bogor Kota
HK Terancam 6 Tahun Penjara

Hendri Fiuser mengungkapkan HK terancam hukuman enam tahun penjara akibat kasus ini. HK dinilai telah melanggar Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Ancaman hukumannya 6 tahun penjara. Melanggar Pasal 310 Undang-undang Lalu Lintas,” kata Hendri.

Polisi Siap Damaikan Pengendara Harley dan Keluarga Nenek yang Tewas

Meski telah menahan dan menetapkan HK sebagai tersangka, Hendri Fiuser menuturkan pihaknya bersedia memfasilitasi jika keluarga korban ingin berdamai dengan HK.

“Kalau nanti ada upaya mediasi ataupun perdamaian yang dilakukan oleh pihak korban dengan tersangka, kami pun siap memfasilitasi. Tapi tidak ada paksaan di sini,” kata Hendri.

Namun Hendri memastikan, meski akan memfasilitasi damai, proses hukum terhadap HK tetap berjalan.

“Itu proses tersendiri (damai). Kita kan menangani proses hukumnya,” ucap Hendri.

 

Hadi, ayah Anya dan juga Anak dari Siti Aisyah, dua pejalan yang ditabrak moge Harley Davidson di Bogor. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Pengemudi Harley Minta Maaf

Anya tampak dalam kondisi siuman saat didatangi oleh Kumparan di Rumah Sakit PMI Bogor tempat Anya dirawat, Senin sore (16/12). Anya dirawat di Ruang Melati yang berada di lantai empat. Hanya saja pipi serta mata kanannya terlihat masih lebam.

Hadi, ayah Anya, mengatakan pihak keluarga mau berdamai dengan tersangka. Ia mengatakan keluarga sudah ikhlas, meski insiden itu merenggut nyawa ibunya.

“Kalau masalah itu sih udah beres ya, dari pihak itu (pelaku) sudah minta maaf. Terus dari pihak saya juga ini, ikhlas. Bereslah itu masalahnya,” ujar Hadi di RS PMI Bogor.

HK Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Anya

Diungkapkan oleh ayah Anya, Hadi, HK disebutkan akan menanggung biaya pengobatan korban Anya.

“Kalau masalah itu sih udah beres ya, dari pihak itu (pelaku) udah minta maaf. Dia tanggung jawab (pengobatan) juga,” ujar Hadi.

Hadi tidak merinci apakah tanggung jawab yang dimaksud itu termasuk biaya pemakaman sang ibu. Kendati begitu, hal tersebut ia akui jadi salah satu pertimbangan keluarga mau berdamai.

Baca selanjutnya 5 Tips Aman Saat Berkendara Menggunakan Mobil

Artikel asli: Kumparan

(fnrp)

Comments (2)

  1. This Kenneth Cole skeleton watch is a classic of minimalist timepiece design!

Comment here