ArtikelIslamJournal

Sejarah Masjid Agung Sunda Kelapa Yang Dibangun Tanpa Kubah

 

moslemjourney.com – Masjid bisanya memiliki arsitektur yang dibangun dengan kubah di atas bangunan. Namun, di Masjid Raya Sunda Kelapa memiliki arsitektur tidak memiliki kubah seperti Masjid-Masjid pada umumnya. Tidak adanya kubah di atas bangunan Masjid Raya Sunda Kelapa bukanlah tanpa sebab, karena memiliki sejarah yang menarik.

Masjid yang berlokasi di Jalan Taman Sunda Kelapa No. 16, Menteng, Jakarta Pusat, termasuk Masjid yang berada di kawasan elit Jakarta. Di tahun 1950 an, penduduk kawasan Menteng memiliki suara untuk mengajukan kebijakan yang berlaku di Indonesia. Namun, karena mayoritas penduduknya adalah islam, di daerah ini belum ada tempat beribadah untuk mereka.

Ketika kesadaran beragama meningkat, masyarakat Menteng melihat adalah orang-orang yang memiliki suara di Indonesia yang menentukan kebijakan di Indonesia,” jelas Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, Sekretaris Ketua Pengurus Masjid Raya Sunda Kelapa saat dikunjungi moslemjourney.com di gedung Fatahillah Masjid Raya Sunda Kelapa, Rabu (25/9).

Baca juga: Masjid di Jerman Ini Dikelola Orang Indonesia

Pada awalnya, Masjid Raya Sunda Kelapa tidak disetujui pembangunnya oleh walikota pada masa itu. Menurut Pangeran, perang ideologi masih digunakan untuk tidak disetujuinya pembangunan Masjid Raya Sunda Kelapa. “tidak mungkin ada kaum sarungan di tengah kawasan elite,” jelas pangeran.

Namun, pada masa Gubernur Ali Sadikin tahun 1965, pembangunan Masjid Raya Sunda Kelapa disetujui dan diberikan lahan yang dulunya Taman “Sunda Kelapa”. Semua pendanaan untuk pembangun di tanggung oleh  masyarakat dan sempat mandet kekurangan dana. Setelah beberapa tahun kemudian, Pemerintahan Daerah Jakarta memberikan bantuan.

Dari bantuan tersebut, Masjid Raya Sunda Kelapa selesai dalam tiga tahun (1968-1971). Masjid Raya Sunda Kelapa memiliki bentuk bangunan yang tidak seperti masjid-masjid pada umumnya. Masjid yang dibangun desain oleh Ir. Gustaf Abbas tersebut memiliki atap bangunan yang menyerupai bahtera (kapal) Nabi Nuh Alaihis Salam.

Baca juga: 4 Masjid Tertua di Indonesia, Begini Wujudnya

Pangeran menambahkan, karena bahtera (kapal) Nabi Nuh Alaihis Salam membawa keselamatan untuk kaumnya dalam menghadapi bencana. “Jadi hitungannya orang yang sholat di sini, orang yang mendekat di masjid ini, itu menjadi golonngan-golongan yang selamat” Jelas Pengeran.

Bukan berarti ibadah di masjid lain tidak termasuk golongan yang selamat, tapi ini hanya penggambaran yang diberikan untuk bentuk atas bangunan Masjid Raya Sunda Kelapa tutup Pangeran. (IF)



Comment here