BeritaNasional

Rencana Kerja Menristek/Kepala BRIN Dalam Penanganan Virus Corona

Ilustrasi Menristek/Kepala BRIN - Moslem Journey

Moslem Journey – Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) memiliki rencana kerja sebagai upaya penanganan  virus corona di Indonesia.

Rencana kerja tersebut dibentuk dalam gabungan beberapa instansi (Konsorsium) riset teknologi yang difokuskan untuk membantu mencegah, mendeteksi dan merespon secara cepat virus corona.

Dikutip dari Antara News, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan, melalui Konsorsium tersebut akan menghasilkan beberapa riset dan inovasi untuk pencegahan virus corona.

Nantinya dalam Konsorsium akan menghasilkan riset dan inovasi, berupa vaksin dan suplemen, skrining, diagnosis, pengobatan, dan teknologi alat kesehatan terkait virus corona.

Konsorsium yang dibuat Menristek/Kepala BRIN beranggota dari lembaga-lembaga penelitian yang ada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) diantaranya ialah perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Ada juga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes).

Selain itu lembaga-lembaga penelitian di bawah Menristek/Kepala BRIN, Konsorsium tersebut juga akan melibatkan beberapa sektor usaha khusunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bukan hanya itu saja, perusahaan swasta, dan perusahaan rintisan (start up) di bidang teknologi kesehatan juga turut diajak untuk membantu dalam memproduksi berbagai produk mencegah virus corona.

Dalam rencana kerja yang dimiliki Konsorsium tersebut, Bambang mengatakan kalau Konsorsium memiliki tiga skala prioritas. Yakni prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, Konsorsium akan berupaya meningkatkan imunitas tubuh masyarakat Indonesia serta tenaga medis. Dalam jangka ini akan diutamakan penelitian yang terkait dengan tanaman herbal serta pengembangan Alat Pelindung Diri (APD).

Di dalam jangka pendek tersebut, Konsorsium akan segera menyerahkan kepada BNPB dalam mendukung kegiatan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, yaitu 4.000 botol pencuci tangan berbentuk gel dan 10 unit mobile hand washer berkapasitas 300 liter.

Untuk jarak menengah, Konsorsium akan fokus pada penyedia peralatan tes cepat (rapid test kit) yang bersifat untuk mendeteksi awal maupun akhir virus corona. Selain itu dalam jangka ini, Konsorsium juga akan mengembangkan suplemen/multivitamin, immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia serta pengembangan lainnya.

Comment here