ArtikelBeritaBerita UtamaDestinasiNasionalRekomendasiTransportasi

Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru 2020 Diperkirakan 21 dan 22 Desember 2019

Sumber foto: Otomotif.kompas.com

Moslemjourney.com – Libur akhir tahun akan segera tiba. Bagi sebagian orang, momen libur panjang seperti ini memang sangat ditunggu-tunggu. Terutama bagi masyarakat yang memiliki keluarga dan orang tua di kampung halaman. Selain libur Hari Raya Idul Fitri, libur akhir tahun pun menjadi agenda untuk merencanakan mudik.

Kakorlantas Irjen Istiono mengatakan, puncak arus mudik pada Natal dan Tahun Baru 2020 yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Sumatera diprediksi terjadi pada 21 dan 22 Desember 2019.

“Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru ini adalah 21 sampai 22 Desember,” kata Istiono saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/12) seperti dimuat liputan6.com

Lebih lanjut, Istiono mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah atau Jawa Timur dengan melintasi tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) agar tetap waspada dan selalu hati-hati. Mengingat menurutnya kondisi jalan tol layang tersebut belum begitu sempurna.

“Bagi masyarakat yang akan mudik ke Jawa maupun Bandung yang melalui tol layang KM 10 sampai KM 48 dari Jakarta, harus memperhatikan kecepatan karena jalannya belum sempurna, masih bergelombang,” ucap Istiono.

Ia pun menganjurkan kepada para pengendara untuk berkendara sesuai batas wajar kecepatan sesuai peraturan di tol tersebut yakni hanya 80 km/jam. “Dianjurkan kecepatan hanya 80 km/jam,” katanya.

Guna mengantisipasi kemacetan yang diprediksi akan terjadi di beberapa titik, Istiono juga mengimbau kepada pengguna tol bawah yang akan menuju Bandung dan Jawa untuk tetap berhati-hati. Jika nantinya bakal terjadi kemacetan, maka contraflow akan diberlakukan.

“Kemungkinan akan kita contraflow bila ada kepadatan kendaraan. Itu salah satu upaya kita untuk bertindak. Itu sudah kita siapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian baru akan menggelar Operasi Lilin Jaya pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 pada 23 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020 mendatang. Kepolisian juga akan menerjunkan sekitar 191.807 personel gabungan untuk mengamankan Natal dan pergantian tahun.

Operasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah dan upaya kepolisian untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 berjalan dengan aman tanpa gangguan serta demi ketertiban masyarakat. Nantinya, pengamanan akan dipusatkan di objek wisata, tempat ibadah, bandara, pelabuhan, terminal dan pusat keramaian lain.

Comment here