BeritaNasional

Protokol Kesehatan Dalam Penanganan Virus Corona

Ilustrasi Pemerintah Mulai Memperlakukan Kebijakan - Moslem Journey

Moslem Journey – Protokol kesehatan yang disusun pemerintah bersama instansi terkait, dapat dijadikan pedoman utama oleh masyarakat dalam penanganan virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Dengan melakukan protokol kesehatan, diharapkan masyarakat beserta pemerintah mampu menekan dampak dari kasus virus corona. Berikut ini protokol kesehatan dalam menangani virus corona.

Dalam protokol kesehatan, saat merasa tidak sehat dengan kriteria demam lebih dari 38 derajat celcius yang disertai dengan batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Diharapkan untuk minum air dan istirahat yang cukup di rumah, bila perlu minum obat dengan gejala yang dialami.

Apabila penyakit tersebut semakin parah berkelanjutan membuat badan merasa tidak nyaman yang disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segeralah memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Pada saat memeriksa diri ke fasyankes, masyarakat juga perlu memperhatikan tindakan yang mereka lakukan. Gunakanlah masker untuk menutup hidung dan mulut, supaya tidak menular ke orang-orang sekitar.

Apabila tidak memiliki/menggunakan masker, perhatikan etika ketika batuk/bersin yang benar dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau punggung lengan. Usahakan menggunakan transportasi pribadi dan hindari menggunakan moda transportasi umum.

Saat sudah di fasyankes, tenaga kesehatan akan melakukan tindakan screening suspect (pengawasan) virus corona. Apabila hasil yang didapatkan dinyatakan memenuhi suspect virus corona, maka akan ditunjuk ke salah satu rumah sakit rujukan.

Namun apabila dinyatakan tidak ada kriteria suspect virus corona, maka akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter di fasyankes tersebut.

Nantinya, masyarakat yang dinyatakan dalam pengawasan virus corona akan diantarkan ke rumah sakit rujukan dengan ambulan didampingi oleh tenaga kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri lengkap.

Di rumah sakit tersebut, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi. Masyarakat suspect virus corona akan menunggu selama 24 jam setelah diterima oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta.

Jika hasilnya positif dan dinyatakan sebagai penderita virus corona, sampel darah akan diambil setiap hari. Apabila dalam dua hari berturut-turut hasil sampel darah dinyatakan negatif, maka akan dikeluarkan dari ruang isolasi.

Apabila masyarakat suspect virus corona dinyatakan hasilnya negatif, maka akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit tergantung dari diagnosa dan keputusan dokter.

Bagi masyarakat sehat namun pernah melakukan perjalanan 14 hari ke negara penyebaran virus corona atau pernah kontak diri/fisik dengan orang yang terkonfirmasi virus corona.

Diharapkan melakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh, apabila merasa gejala-gejala yang disebutkan di atas segeralah melapor pada petugas kesehatan Kementerian Kesehatan dan periksa diri ke fasyankes.

Comment here