BeritaNasional

Protokol Kepemanduan Pendakian Gunung Di Pariwisata Alam Selama Pandemi

Pariwisata Alam

Moslem Journey – Beberapa pariwisata alam seperti Taman Wisata Alam (TWA), Taman Nasional (TN), dan Suaka Margasatwa (SM) kembali dibuka oleh pemerintah sejak bulan Juli lalu. Pembukaan tersebut dikhususkan untuk pariwisata alam yang berada di zona hijau dan kuning dari penyebaran virus corona.

DIlansir dari Kompas, meskipun sudah kembali dibuka, khusus untuk kegiatan wisata alam pendakian gunung yang biasanya dilakukan selama berhari-hari belum diizinkan. Sehingga pendakian tersebut hanya mengizinkan kegiatan trekking atau pendakian yang tidak sampai puncak gunung.

Hal tersebut tercantum dalam rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (25/6/2020). Dalam rilis tersebut menuliskan tentag salah satu rincian protokol dari masing-masing TN, TWA, dan SM adalah memperoleh pendakian hanya diperbolehkan melakukan pendakian dalam satu hari (one day trip).

Melihat pariwisata alam kembali dibuka, Sekretaris Jendral Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis mengatakan, para pemandu gunung tetap wajib mematuhi protokol internal APGI jika sewaktu-waktu pendakian kembali diperbolehkan.

Terdapat 10 protokol kepemanduan wisata gunung yang berlaku untuk anggota atau pemandu wisata gunung internal APGI. Berikut ini adalah 10 protokol kepemanduan wisata gunung versi APGI.

  1. Kegiatan kepemanduan wisata gunung dilakukan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 2 hingga 7 orang.
  2. Pastikan kondisi tubuh pemandu sehat sebelum, saat, dan sesudah perjalanan saat melakukan kepemanduan wisata gunung.
  3. Membawa masker dan gunakan sesuai kebutuhan.
  4. Disiplin untuk mencuci tangan atau membersihkan bagian tubuh lain saat melakukan kepemanduan wisata gunung.
  5. Bersihkan peralatan dan perlengkapan pemanduan secara rutin selama melakukan kepemanduan wisata gunung.
  6. Jaga jarak aman (physical distancing) minimal satu meter antar pemadu dan pendaki saat melakukan interaksi dalam kepemanduan wisata gunung.
  7. Menggunakan peralatan dan perlengkapan pemanduan secara pribadi dan meminimalisir penggunaan secara bersamaan.
  8. Perhatikan kesehatan, kebersihan, dan keamanan area perkemahan serta gunakan setengah tenda dari kapasitas maksimal orang dalam.
  9. Jaga kesehatan, kebersihan dan keamanan selama dalam perjalanan menuju destinasi wisata gunung.
  10. Melakukan manajemen risiko khusus pandemi saat melakukan kepemanduan wisata gunung.

Comment here