BeritaNasional

Prosedur Wajib Para Penumpang Pesawat Yang Diperbolehkan Terbang

Prosedur Wajib Para Penumpang

Moslem Journey – Pemerintah kembali membuka penerbangan rute domestik sejak 7 Mei 2020. Para penumpang perlu mengikuti prosedur wajib untuk dapat terbang menggunakan pesawat.

Penumpang pesawat yang diperbolehkan untuk terbang serta syarat-syarat yang perlu dilakukan tercantum pada Surat Edaran Gugus Tugas No. 4 Tahun 2020 tentang percepatan penanganan virus corona.

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II telah menetapkan prosedur baru untuk keberangkatan penumpang.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Director of Operations and Services PT Angkasa Pura II (Persero) Muhamad Wasid mengatakan, prosedur baru ini dijalankan sesuai dengan surat edaran Gugus Tugas No. 4 Tahun 2020.

Nantinya, prosedur ini akan dijalankan di seluruh bandara yang dikelola maskapai dengan menyesuaikan situasi serta kondisi di lapangan.

Prosedur baru ini akan dijalankan secara ketat dan mendetail, sehingga calon penumpang diharapkan datang 3-4 jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Prosedur baru ini akan dijalankan dengan ketat melalui tahapan yang detail, dengan demikian para calon penumpang diimbau untuk datang di bandara 3-4 jam sebelum jadwal keberangkatan,” kata Wasid.

Selain itu, prosedur baru ini, juga akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak berwenang dengan kebandarudaraan dan berwajib.

“Prosedur baru ini juga dapat terlaksana dengan berkoordinasi intensif dari seluruh stakeholder kebandarudaraan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI & Polri, otoritas bandara, maskapai, dan pihak lainnya,” tambah Wasid.

Salah satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta sudah mengimplementasikan prosedur baru bagi para penumpang yang diperbolehkan untuk terbang.

Prosedur wajib para penumpang yang perlu dilaksanakan untuk dapat terbang menggunakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, sebagai berikut:

Pertama, pelayanan keberangkatan penumpang hanya berada di dua titik, yakni Terminal 2 – Gate 4 dan Terminal 3 – Gate 3.

Di setiap titik ini akan tersedia Posko Gugus Tugas Pengendalian Percepatan Penanganan COVID-19, para calon penumpang wajib masuk bandara dari kedua titik tersebut.

Kedua, di posko gugus tugas tersebut, calon penumpang harus menunjukkan berkas kelengkapan perjalanan.

Berkas tersebut misalnya seperti tiket penerbangan, identitas diri (KTP/SIM), surat keterangan bebas virus corona, surat keterangan perjalanan, dan berkas wajib lainnya sesuai surat edaran No. 4 Tahun 2020.

Ketiga, masih di posko yang sama, calon penumpang wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card/HAC) dan formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personel KKP.

Keempat, jika sudah diisi lengkap, calon penumpang memberikan HAC serta formulir penyelidikan epidemiologi ke meja pemeriksaan selanjutnya.

Kedua berkas tersebut akan di cek ulang oleh personel KKP, setelah dinyatakan lengkap calon penumpang akan mendapatkan surat clearance dari personel KKP.

Kelima, dengan membawa surat clearance dan seluruh berkas, calon penumpang akan dipersilahkan untuk menuju konter check-in untuk mendapat boarding pass.

Keenam, setelah melakukan check-in di konter check-in, calon penumpang dipersilahkan menuju ke Security Check Point 2. 

Di Security Check Point 2, personel Aviation Security akan melakukan pemeriksaan surat clearance, boarding pass, dan identitas diri dari calon penumpang.

Ketujuh, setelah selesai, calon penumpang dipersilahkan untuk menuju boarding lounge.

Wasid menyatakan, prosedur baru yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta juga diterapkan di bandara-bandara lainnya yang dikelola PT Angkasa Pura II, sehingga dipastikan ketentuan dapat dipenuhi.

Selain itu, PT Angkasa Pura II juga memastikan operasional bandara memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 18 Tahun 2020 dan No 25 Tahun 2020.

Comment here