BeritaNasional

Prosedur Pengembalian Setoran Pelunasan Bipih Jemaah Haji Regular Dan Khusus

Jemaah Haji Regular Dan Khusus

Moslem Journey – Pemerintah Republik Indonesia resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 atau 1441 Hijriyah, baik pemberangkatan jemaah haji regular dan khusus. Pembatalan resmi ini diumumkan pada Selasa (2/6) lalu oleh Kementerian Agama.

Dengan adanya pembatalan pemberangkatan tersebut, bagi calon jemaah haji yang batal untuk berangkat Ibadah Haji tahun ini dapat mengajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Baik itu untuk jemaah haji regular maupun khusus.

Prosedur Pengembalian Setoran Pelunasan Bipih Jemaah Haji Regular

  1. Calon jemaah haji mengajukan pemohonan pengambilan setoran lunas Bipih secara tertulis degan melampirkan berkas sebagai berikut:
    • Bukti asli setoran Bipih
    • Fotokopi buku tabungan
    • Fotokopi e-KTP
    • Nomor telpon yang dapat di hubungi
  2. Setelah mempersiapkan berkas, calon jemaah haji mendatangi Kantor Menteri Agama (KANKEMENAG) Kabupaten/Kota untuk memverifikasi dan validasi dokumen selama 2 hari. Petugas dari KANKEMENAG akan memberikan surat pengajuan pengemablian setoran Bipih ke Ditjen PHU KEMENAG.
  3. Dengan membawa surat pengajuan dari petugas KANKEMENAG dating ke Ditjen PHU KEMENAG, calon Jemaah haji akan kembali menunggu memverifikasi dan konfirmasi selama 3 hari. Apabila data benar, Diryan DN akan menyampaikan surat pengajuan pengemablian setoran Bipih ke BPKH.
  4. Setelah terkonfirmasi oleh petugas BPKH, petugas akanmenerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) sesuai nilai pembayaran Bipih ke BPS Bipih.
  5. Petugas BPS Bipih akan menerima SPM dan akan mentranfer setoran peluasan Bipih ke rekening Jemaah.
  6. Apabilah sudah selesai, petugas BPS Bipih akan mengkonfirmasi pengambilan setoran pelunasan pada aplikasi SISKOHAT.

Prosedur Pengembalian Setoran Pelunasan Bipih Jemaah Haji Khusus.

  1. Calon jemaah haji mengajukan pemohonan pengambilan setoran lunas Bipih Khusus secara tertulis kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) degan melampirkan berkas sebagai berikut:
    • Bukti asli setoran Bipih Khusus.
    • Nomor rekening USD Amerika Serikat/Rupiah atas nama calon jemaah haji.
    • Nomor telpon calon jemaah yang dapat di hubungi
  2. Setelah mempersiapkan berkas tersebut, calon jemaah haji mendatangi kantor PIHK untuk memverifikasi dan validasi dokumen oleh Direktur PIHK.
  3. Kemudian calon jemaah haji mengajukan permohonan pembatalan setoran kepada Direktur Bina Umrag dan Haji Khusus (BUHK) setelah semua dokumen dinyatakan lengkap dan sah.
  4. Direktur BUHK melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan Bipih Khusus pada aplikasi Sistem Informasi dan komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), kemudian mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih Khusus seara tertulis kepada Badan Pengelolah Keuangan Haji (BPKH).
  5. Petugas melakukan verifikasi pengajuan pengembalian setoran, kemudian menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) sesuai nilai pembayaran Bipih Khusus je Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih Khusus.
  6. BPS Bipih Khusus menerima SPM dari BPKH, melakukan transfer dana pengembalian setoran ke rekening jemaah haji dan melakukan konformasi transfer pengembalian pada aplikasi Siskohat.
  7. Dalam rekening jemaah haji bukan dalam bentuk rekening USD Amerika Serikat, BPS Bipih Khusus dapat melakukan konversi kurs pada saat transaksi dilakukan.

Untuk Pengembalian Setoran Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Jemaah Haji Reguler dan Khusus ini diperkirakan dapat menghabiskan waktu selama sembilan hari kerja.

Comment here