Di sela hiruk pikuk MIHAS 2026, ada satu booth yang menarik perhatian karena menawarkan sesuatu yang berbeda dari pameran dagang pada umumnya: kesempatan buat tinggal di Malaysia selama 20 tahun. Ini bukan produk atau layanan ekspor, melainkan program residensi pemerintah bernama Malaysia Premium Visa Programme (PVIP), yang dipromosikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri dan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM).
PVIP dibangun di atas konsep "Residency Through Investment" atau residensi lewat investasi — sebuah skema yang menawarkan izin tinggal 20 tahun yang bisa diperpanjang, ditujukan khusus buat warga negara asing yang mapan secara finansial, pengusaha global, dan investor berkekayaan tinggi (high-net-worth individuals).
Yang membedakan PVIP dari visa jangka panjang biasa adalah fleksibilitasnya. Peserta program ini diberi kebebasan penuh untuk tinggal, bekerja, menjalankan bisnis secara legal, berinvestasi, dan belajar di Malaysia — tanpa perlu izin terpisah atau sponsor lokal seperti yang biasanya disyaratkan visa kerja atau investasi konvensional. Yang lebih menarik lagi, program ini tidak mewajibkan masa tinggal minimum — artinya peserta bisa tetap menjaga status residensi aktif di Malaysia sambil tetap mengelola komitmen bisnis mereka di negara lain.
Soal syarat, PVIP memang dirancang buat kalangan investor serius. Pemohon perlu memenuhi salah satu dari dua jalur: penghasilan onshore/offshore minimum RM40.000 per bulan (atau RM480.000 per tahun), atau bukti kekayaan bersih berupa aset likuid minimum RM1 miliar. Selain itu, ada syarat tambahan berupa penempatan deposito tetap minimal RM1 juta di bank berlisensi Malaysia, serta kelulusan pemeriksaan keamanan dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan sertifikasi bebas dari penyakit menular.
Soal benefit, programnya cukup komprehensif. Peserta PVIP nggak dibatasi usia untuk mendaftar, diperbolehkan membawa anggota keluarga sebagai tanggungan — termasuk pasangan, orang tua, mertua, dan anak — serta diizinkan mempekerjakan pekerja rumah tangga asing. Dengan kata lain, program ini dirancang buat investor yang ingin benar-benar menjadikan Malaysia sebagai basis hidup dan bisnis jangka panjang, bukan sekadar tempat singgah sementara.
Untuk menjaga keberlanjutan program, jumlah total peserta PVIP aktif dibatasi secara strategis hingga 1 persen dari populasi Malaysia pada satu waktu — langkah yang tampaknya dirancang buat menghindari dampak sosial-ekonomi berlebihan dari masuknya investor asing dalam jumlah besar.
Lalu, kenapa investor memilih Malaysia dibanding negara lain yang punya program serupa? Materi promosi PVIP menyoroti beberapa faktor: lokasi strategis di jantung ASEAN dengan akses mudah ke pasar regional, peluang investasi di berbagai sektor mulai dari teknologi digital, semikonduktor, jasa keuangan, energi, kesehatan, pendidikan, logistik, industri halal, hingga ekonomi hijau, kualitas hidup yang nyaman dengan fasilitas modern, ekosistem tenaga kerja yang semakin terampil dan terbuka terhadap talenta asing, konektivitas internasional yang baik, lingkungan bisnis yang ramah, insentif pajak eksklusif lewat kerangka insentif baru 2026, serta biaya hidup yang relatif rendah dibanding negara-negara Barat maupun tetangga sekitarnya.
Kehadiran PVIP di tengah pameran industri halal seperti MIHAS 2026 juga bukan kebetulan. Industri halal secara eksplisit disebut sebagai salah satu sektor peluang investasi dalam materi promosi program ini — sinyal bahwa pemerintah Malaysia melihat investor di sektor halal sebagai target yang relevan buat program residensi semacam ini, sejalan dengan ambisi besar Malaysia menjadi pusat ekonomi halal dunia.
Buat yang tertarik mendaftar, proses aplikasi PVIP nggak bisa dilakukan sembarangan — pemohon perlu melalui agensi resmi yang sudah terdaftar dan mendapat otorisasi dari Jabatan Imigresen Malaysia. Informasi lengkap soal panduan aplikasi, syarat kelayakan, dan daftar agensi resmi bisa diakses lewat portal MyGovernment untuk non-warga negara Malaysia, atau dengan menghubungi langsung Jabatan Imigresen lewat email maupun saluran telepon yang disediakan. Mengingat syarat finansialnya yang cukup tinggi, calon pemohon disarankan buat berkonsultasi dengan agensi resmi sejak awal supaya proses verifikasi dokumen berjalan lebih lancar. Dengan skema residensi sekomprehensif ini, PVIP jelas menyasar segmen yang jauh lebih sempit dibanding visa turis atau visa kerja biasa — tapi bagi yang memenuhi kriteria, tawarannya cukup sulit ditolak, terutama buat investor yang sudah lama mencari basis operasi jangka panjang di kawasan Asia Tenggara tanpa ribet urusan birokrasi tahunan.
Moslem Journey akan terus mengikuti perkembangan kebijakan investasi dan residensi Malaysia yang relevan buat pelaku usaha halal. Ikuti terus liputan lengkapnya.

