ArtikelHistoryPeradaban Islam

Pohon Sahabi: Tempat Berteduh dan Saksi Kebesaran Nabi Muhammad Hingga Saat Ini

Moslem Journey – Nabi Muhammad SAW telah lama tiada, namun jejak yang beliau tinggalkan masih ada di dunia ini untuk para umatnya. Salah satunya ada di negara Yordania, terdapat pohon istimewa yang di juluki dengan “satu-satunya sahabat nabi yang masih hidup” atau “the only living Sahabi” dan dikenal dengan pohon Sahabi.

Pohon Sahabi sudah hidup selama ribuan tahun yang lalu, meskipun berada di Negara Yordania yang terkenal dengan padang pasir dan panasnya sinar matahari. Pohon Sahabi masih kokoh berdiri tegak dan disekelilingi oleh daun yang hijau. Kisahnya, pohon ini menjadi saksi bisa perjalanan nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dan bertemu dengan pendeta.

Pada waktu kecil, Nabi Muhammad SAW pernyataan diajak oleh Abu Thalib pamannya menuju Basra, Syam untuk berdagang. Ditengah-tengah perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan pendeta bernama Buhaira. Saat bertemu, Buhaira melihat Nabi Muhammad SAW memiliki tanda-tanda kenabian berdasarkan Alkitab yang dia pahami.

Saat Nabi Muhammad SAW diminta untuk menjaga unta-unta di bawah pohon Sahabi, Buhaira melihat cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi Nabi Muhammad SAW. Saat Nabi Muhammad SAW diajak berteduh dan bersantap oleh Buhaira, segumpal awan memayungi Nabi Muhammad SAW kemanapun beliau pergi. Melihat kejadian-kejadian tersebut, Buhaira yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang sudah diramalkan kedatangannya.

Baca juga: Ini Dia 7 Negeri Islam Terbesar dan Terpanjang Usianya

Menurut website Last Prophet yang dilansir dari Merdeka.com, yang menemukan pohon Sahabi adalah Pangeran Ghazi bin Muhammad. Pangeran Ghazi secara tidak sengaja menemukan naskah tentang pohon Sahabi saat memeriksa arsip negara. Jika naskah-naskah tua tersebut dijadikan satu, kemungkinan besar terjadinya petemuan Buhaira dan Nabi Muhammad SAW adalah di gurun Yordania.

Berdasarkan pengamatan ilmuwan dan cendekian, area gurun Yordania memang benar pohon Sahabi tersebut disebutkan dalam catatan Buhaira. Namun, penelitian ini masih terus berlanjut dan masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya.

Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya.

Hingga saat ini, pohon Sahabi sudah hidup selama ribuan tahun yang masih berdiri tegak dan tumbuh di tengah gurun. Pada saat ini, pohon Sahabi dilestarikan oleh pemerintah setempat dengan di lindungi dengan pagar. Keberadaannya terus dipantau secara rutin agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan oleh pengunjung yang ingin melihatnya.(IF)

Baca juga: Ragam Suku di China Ternyata Banyak Teman Muslim

 



Comment here