BeritaInternasional

Pesawat Boeing Jenis 737-NG Sementara Dilarang Untuk Terbang Karena Retakkan

moslemjourney.com – Kabar tidak mengenakkan kembali terdengar dari transportasi udara yang menjadi handalan masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh atau beda pulau. Kabar tidak mengenakkan tersebut datang dari perusahaan pesawat Boeing yang harus memberhentikan penerbangan sementara (grounded) pada 50 pesawat jenis 737-NG karena mendeteksi adanya keretakan.

Keputusan tersebut diambil setelah maskapai penerbangan Australia Qantas melaporkan adanya masalah saat tengah mengudara. Untuk memastikan para penumpangnya aman, maskapai tersebut sempat melakukan inspeksi darurat pada 32 unit pesawat 737-NG miliknya. Dari inspeksi tersebut, maskapai Qantas menemukan keretakan pada “pickle fork” struktur sayap atau bagian yang menghubungkan badan dengan sayap.

Kejadian serupa juga pernah terjadi ketika otoritas penerbangan Korea Selatan menghentikan penerbangan 9 unit pesawat Boeing 737-NG pada awal Oktober lalu. Sedangkan di Indonesia, keretakan juga ditemukan di 5 pesawat dari 3 maskapai di Indonesia yang memiliki umur lebih dari 22.6000 jam terbang. Sehingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga meminta pada maskapai tersebut untuk melakukan grounded guna keselamatan penumpang.

Baca juga: Terbang Ke AS Hanya 8 Jam Dengan Pesawat Kelas Bisnis? Begini Sebenarnya Kelebihan Pesawat Kelas Bisnis

Boeing sebelumnya memang melaporkan laporan temuan celah pada “pickle fork”, area pesawat yang menempelkan badan pesawat atau tubuh struktur sayap. Sehingga memaksa regulator Amerika Serikat memerintahkan untuk inspeksi langsung untuk mengecek celah kerusakan tersebut. Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat awalnya memerintah pemeriksaan langsung pada pesawat Boeing 737-NG yang telah terbang lebih dari 30 ribu kali.

Namun maskapai penerbangan Qantas telah menemukan celah kerusakan tersebut pada pesawat dengan bobot lebih ringan yang telah terbang kurang dari 27 ribu kali penerbangan dibandingkan dengan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat.

Selain itu, Boeing juga menghadapi masalah terkait pesawat jenis 737 MAX yang dilarang terbang setelah 2 maskapai mengalami kecelakaan fatal. Kedua kecelakaan tersebut menyebabkan 364 korban tewas dari penerbangan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Baca juga: 5 Pesawat Komersial Tercepat di Dunia

Hingga saat ini Boeing masih melakukan penyelidikan dan perbaikan pada pesawat jenis 737 MAX. Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat masih menyelidiki penyebab kecelakaan, diperkirakan pesawat tersebut tidak akan mendapatkan izin untuk beroperasi hingga Desember 2019.

(IF)

Comments (1)

Comment here