BeritaNasional

Pesanan Terakhir BJ Habibie Kepada PT. Pos Indonesia

Instagram.com/BJHabibie

Moslemjourney.com – Di hari pemakaman mantan Presiden Republik Indonesia ke 3, PT. Pos Indonesia menyerahkan pesanan terkahir yang di pesan oleh BJ Habibie. Pesanan ini berbentuk prangko prisma yang bertemakan perjalanan delapan windu BJ Habibie dengan Istrinya Ainun.

Kepala Regional IV PT. Pos Indonesia, Onni Hadiono menyebutkan, bahwa seharusnya prangko prisma ini sudah diterimah oleh BJ Habibie pada hari ini. Prangko prisma ini bertemakan keluarga dalam perjalanan delapan windu BJ Habibie dengan istrinya Ainun.

“Hari ini PT. Pos Indonesia seharusnya menyerahkan prangko pesanan bapak Habibie, prangko prisma yang berisi perjalan 8 windu cinta pak Habibie dan ibu Ainun dalam bentuk prangko prisma.” kata Onni saat di temui di rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9)

Prangko prisma ini merupakan permintaan langsung dari BJ Habibie kepada keluarga pada saat ulang tahun pernikahan dengan Ainun. Dalam penyerahan seri pertama ini, bertemakan tentang keluarga. Kalu dihitung ada delapan seri yang akan di cetak.

Baca juga: Selamat Jalan Bapak Teknokrat BJ. Habibie

“Nanti sebenarnya ada 5.000 foto yang akan di cetak dalam delapan seri, tapi baru jadi satu seri dan sebenarnya hari ini kami janji untuk menyerahkannya pada beliau.” kata Onni.

Di setiap prangkonya, akan ada 100 ribu lembar prangko kertas dan 60 prangko emas. Ide prangko prisma muncul dari dua tahun yang lalu, keluarga ingin mengabadikan cinta BJ Habibie dengan Ainun bukan hanya dengan film saja, namun juga menggunakan prangko. Nantinya, perangk prisma ini akan dikemas dalam booklet berwarna merah yang bertulisan “Seri Perjalanan 8 Windu, Prangko Habibie Ainun”.

Untuk bisa mendapatkannya, Onni Hadiono selaku perwakilan pihak PT. Pos Indonesia menyerahkannya pada pihak keluarga atau bisa hubungi Thareq Habibie. Meski begitu, belum ada perincian langsung kapan prangko Habibie ini akan dirilis dengan patokan harganya. (IF)

Baca juga: Dedi Mulyadi: Kami Kehilangan Sosok Pemimpin Sempurna



Comment here