ArtikelPilihan

Perusahaan Besar di sekitar Lokasi Ibukota Baru.

Moslem Journey – Perihal pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, sudah di umumkan oleh Presiden Joko Widodo. Namun untuk peresmiannya akan dilakukan pada tahun 2020 sedangkan untuk tanggal dan bulan pastinya belum diketahui kapan tepatnya hal tersebut akan diresmikan. Pemindahan ibu kota RI menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, salah satu pihak yang mengkritik keputusan untuk pindah ke lokasi tersebut adalah Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Kiara. Mereka mengatakan keputusan pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur hanya akan menguntungkan penguasa lahan di sekitar ibu kota yang baru.

Koordinator Jatam Nasional Merah Johansyah dalam keterangan tertulisnya mengatakan “Pemindahan berkedok mega proyek ini hanya akan menguntungkan oligarki pemilik konsesi pertambangan batu bara dan penguasa lahan skala besar di Kaltim”

Kalimantan Timur sendiri merupakan sebuah provinsi di Indonesia di pulau Kalimantan di bagian ujung timur yang langsung berbatasan dengan Malaysia, Kalimantan Utara, Kalimanta Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi. Provinsi dengan luas daerah sekitar 127.346,92 km² dan populasi sebesar 3.575.449 jiwa (2017) menjadi pilihan akhir untuk kepindahan ibu kota RI.

Selama ini lahan di Kalimantan Timur memang sudah banyak dimiliki dan dimanfaatkan para pengusaha dalam bentuk konsesi atau hak guna usaha. Bisnis para pengusaha besar ini mulai dari perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan. Kaltim sendiri dulu merupakan wilayah dengan mayoritas adalah hutan hujan tropis sehingga wajar jika para pengusaha menginventasikan usahanya di wilayah Kaltim. Berikut beberapa pengusaha besar yang memiliki lahan bisnis di Kalimantan Timur :

  1. Prabowo Subianto dan Hasjim Djojohadikusumo

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyebut sebagai besar lahan di Penajam Paser Utara dikuasai PT ITCI Kartika Utama. Perusahaan ini diketahui milik adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo dengan total luas lahan mencapai 173.395 hektare yang membentang di Penajam Paser Utara, Kutai Kertanegara dan Kutai Barat.

  1. Luhut Panjaitan

Yang merupakan Menko Kemaritiman tercatat menguasai seluruh lahan pertambangan dan perkebunan sawit di Kecamatan Muara Jawa Kukar, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Luhut mengaku untuk kegiatan pertambangan batu bara, ia memiliki lahan negara seluas 6 ribu hektare di Kalimantan Timur. Dimana lahan tersebut sudah mendapatkan izin konsesi dan sampai saat ini masih diproduksi.

  1. Abu Rizal Bakrie

Siapa yang tidak mengenal Abu Rizal Bakrie pemilik dari Grup Bakrie ini memiliki bisnis tambang batu bara terbesar di Kalimantan, yakni PT kaltim prima Coal (KPC). Perusahaan ini merupakan salah satu anak usaha Grup Bakrie yaitu PT Bumi Resource Tbk (BUMI).

KPC sendiri merupakan perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kutai Timur seluas 84.938 hektare.

  1. Garilbadi Thohir

Merupakan Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia juga memiliki lahan tambang di Kalimantan Timur, melalui PT Bhakti Energi Persada (BEP).

BEP sendiri memiliki 15 anak perusahaan, tujuh di antaranya memiliki izin usaha pertambangan (IUP) atas seluas 34 ribu hektare yang belum dikembangkan di kabupaten Muara Wahau (Kalimantan Timur).

  1. Kiki Barki

Pemilik Harum Energy Tbk (HRUM) yang memiliki empat wilayah pertambangan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi tambang ini dikelola oleh anak usahanya  yaitu Mahakam Sumber Jaya (MSJ), Tambang Batubara Harum (TBH), Santan Batubara (SBB) dan Karya Usaha Pertiwi (KUP).

  1. Sandiaga Uno

Nama yang sangat familiar belakangan ini, kenapa tidak ? ia merupakan wakil Gubernur DKI Jakarta semenjak tahun 2017 bersama Anies Baswedan dan pada tahun ini ia pun mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama Prabowo Subianto. Politisi sekaligus pengusaha ini merupakan salah satu pemilik PT Saratoga Investama. Adapun Saratoga memegang 15 persen saham Adaro.

Pada 2009, lima pemegang saham Adaro menyatukan kepemilikan saham mereka dalam naungan PT Adaro Strategic Investmen. Kelimanya adalah keluarga Rachmat, keluarga Thohir,keluarga Subianto, Edwin Soeryadjaya, dan Sandiaga Uno.

Setelah melihat ulasan di atas menurut sobat Mojou kepindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur akan menguntungkan atau tidak ya bagi mereka ? (ms)



Comment here