BeritaNasional

Perlunya Menata Ulang Tempat Wisata Saat Penyebaran Virus Corona

Menata ulang tempat wisata

Moslem  Journey – Menata ulang tempat wisata saat penutupan karena penyebaran virus corona, menjadi momen yang tepat bagi pengelolah untuk mempersiapkan tempat wisata yang siap dan aman untuk wisatawan.

Dilansir dari Kompas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Frans Teguh menyatakan, penataan ulang tersebut berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan.

Menata ulang tempat wisata juga dilakukan sebagai upaya menyambut era “New Normal” yang akan menjadi tren wisatawan setelah penyebaran virus corona selesai.

Pada era tersebut, wisatawan diperkirakan akan lebih peka terhadap protokol-protokol wisatawan yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, sustainable and responsible tourismauthentic digital ecosystem, dan lainnya.

“Hal-hal seperti ini akan menjadi rencana kerja kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata,” kata Frans.

Frans menjelaskan, dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yang akan di terapkan pengelolah tempat wisata, sudah terdapat pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC).

Perlu diketahui, Indonesia sendiri secara aktif melakukan koordinasi dengan World Tourism Organization (UNWTO) hingga dapat membentuk Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) pada tahun lalu.

Bahkan pemerintah juga telah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan dalam Peraturan Menteri Pariwisata (Permenpar) No. 14 tahun 2016 tentang Pendoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Kemenparekraf memiliki kerangka kerja serta rencana aksi hingga sertifikasi yang akan bekerja sama dengan universitas. Usaha tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sustainable tourism destination di berbagai daerah.

“Hasilnya, sudah banyak dilakukan oleh berbagai pengelolah tempat wisata yang telah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam,” kata Frans.

Menurut Frans, penerapan lebih luas pariwisata berkelanjutan bukan hanya dikerjakan secara sektoral, namun juga dibutuhkan kerja sama yang menyeluruh dari masyarakat, pemerintah, hingga akademisi.

Selain itu, Frans kembali menegaskan, penutupan tempat wisata karena virus corona ini dapat dijadikan sebagai momentum menyiapkan destinasi pariwisata yang lebih baik lagi kedepannya.

“Saat ini menjadi momentum yang baik untuk membenahi, reopening atau rebound serta menyiapkan strategi menerapkan pariwisata berkelanjutan,” kata Frans.

Comment here