BeritaInternasional

Pengumuman Arab Saudi Untuk Umat Muslim Yang Ingin Ibadah Haji

Umat Muslim

Moslem Journey – Arab Saudi meminta umat muslim untuk tidak terburu-buru membuat kontrak atau menunda apapun pada perusahaan perjalanan terkait ibadah haji tahun 2020. Permintaan tersebut diumumkan oleh Otoritas Arab Saudi karena adanya wabah virus corona yang hingga saat ini belum juga berakhir.

Dalam wawancara dengan televisi setempat (Al-Ekhbariya) pada Selasa (31/3),  Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Benten menyerukan, Arab Saudi mendesak umat muslim untuk menangguhkan ibadah haji hingga ada kejelasan lebih tentang penyebaran virus corona.

Arab Saudi sepenuhnya siap untuk menerima dan melayani jemaah ibadah haji dalam segala situasi. Hanya saja, untuk saat ini situasi yang dihadapi merupakan penyebaran penyakit yang berdampak secara global. Oleh karena itu, Arab Saudi lebih memilih untuk melindungi umat Islam dan warga negara dari penyebaran virus corona.

Arab Saudi meminta pada seluruh umat muslim seluruh negara di dunia untuk menunda membuat kesepakatan kontrak apapun pada perusahaan perjalanan terkait ibadah haji. Meski demikian, hingga saat ini Otoritas Arab Saudi belum dapat mengambil tindakan resmi dan menunggu hingga situasi yang dihadapi memiliki kejelasan (titik akhir).

Sebelumnya, Otoritas Arab Saudi telah menangguhkan sementara pelaksanaan ibadah umrah hingga situasi lebih kondusif. Bukan hanya itu saja, penerbangan internasional dan penutupan akses masuk dan keluar di beberapa kota pun turut dihentikan sementara, termasuk Mekkah, Madinah, Riyadh, dan Jeddah.

Hal tersebut dilakukan Arab Saudi guna mencegah penyebaran virus corona lebih luas di Arab Saudi. Sejauh ini kasus virus corona di Arab Saudi sudah tercatat sebanyak 1.563 kasus positif corona, 10 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan 165 orang dinyatakan sembuh dari virus corona.

Di Indonesia, Kementerian Agama masih terus melakukan komunikasi dengan pihak Arab Saudi seputar pelaksanaan haji tahun 2020. Sejumlah persiapan yang perlu dilakukan saat pelaksanaan haji pun terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan negosiasi terkait transportasi, katering, dan akomodasi.

Persiapan sudah sampai 97 persen dilakukan, namun Kementerian Agama belum melakukan pembayaran ke pihak Arab Saudi. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan permintaan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi, Mohammad Saleh Benten.

Comment here