BeritaNasional

Pemerintah Mulai Memberlakukan Kebijakan Larangan Masuk Indonesia Untuk Traveler Negara Asal Wilayah Ini

Ilustrasi Pemerintah Mulai Memperlakukan Kebijakan - Moslem Journey

Moslem Journey – Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan larangan masuk ke Indonesia untuk para traveler mulai diberlakukan pada Minggu (8/3) dini hari pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini diberlakukan karena kasus virus corona di luar Tiongkok mulai naik signifikan.

Kebijakan tersebut sesuai dengan laporan perkembangan virus korona dunia yang yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO). Hingga saat ini, laporan tersebut terus di pantau oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

“Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus Covid-19 di luar Tiongkok, terutama di tiga negara yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan,” kata Retno, Sabtu (7/3) dikutip dari laman setkab.go.id.

Retno menyampaikan bahwa kebijakan ini untuk kebaikan semua dan ini hanya diberlakukan untuk sementara waktu. Pemerintah memberikan kebijakan baru bagi para traveler dan ketiga negara tersebut sebagai berikut:

Pertama, larangan masuk beserta transit ke Indonesia bagi para traveler yang pernah atau dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di beberapa wilayah, berikut ini:

Negara Iran   : Wilayah Tehran, Qom, Gilan;
Negara Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont;
Negara Korea Selatan : Wilayah Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do.

Kedua, bagi traveler yang berasal dari ketiga negara tersebut namun berasal dari luar wilayah, diperlukan surat keterangan sehat (health certificate) valid atau masih berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan berwenang di negara masing-masing.

Surat keterangan tersebut wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai penerbangan saat melakukan check-in. Tanpa adanya surat keterangan sehat dari otoritas kesehatan berwenang tersebut, maka traveller tersebut akan ditolak untuk masuk/transit di Indonesia.

Ketiga, para traveller yang berasal dari tiga negara tersebut diwajibkan untuk mengisi Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan) yang disiapkan pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat sebelum melakukan pendaratan.

Dalam kartu tersebut berisikan di antaranya memuat pernyataan seputar riwayat perjalanan. Apabila, traveller 14 terakhir sebelumnya melakukan perjalanan ke wilayah yang dilarang, maka akan ditolak masuk/transit di Indonesia.

Keempat, bagi warga negara Indonesia yang telah melakukan perjalanan di tiga negara wilayah tersebut, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan saat setibanya di bandara Indonesia. “Kebijakan ini bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,” kata Retno.

Comment here