BeritaNasional

Pemerintah Perpanjang Diskon Tiket Maskapai Hingga 50 Persen Jika Virus Corona Belum Reda

Ilustrasi Diskon Tiket Maskapai - Moslem Journey

Moslem Journey – Periode diskon tiket maskapai hingga 50 persen diperpanjang oleh pemerintah apabila kondisi pariwisata belum kondusif akibat virus corona (Covid-19).

Awalnya lama periode yang diterapkan untuk kebijakan potongan harga hingga 50 persen tiket maskapai hanya berlaku selama tiga bulan, yaitu bulan Maret hingga Mei 2020.

Potongan harga tersebut akan diberikan pemerintah bagi maskapai yang terbang ke sejumlah lokasi wisata.

Seperti Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Manado, Silangit, Batam, Malang, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

“Kalau memang belum recover, kami pertimbangkan untuk diperpanjang,” kata Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan (Menhub) yang dikutip dari Katadata.co.id, Kamis (27/02).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Kemenhub, Novie Riyanto, menjelaskan, diskon ini berlaku dengan kuota 25 persen dari total kapasitas maksimal kursi yang tersedia untuk setiap penerbangan.

Besaran diskon yang didapatkan akan berbeda-beda dari setiap penerbangan, tergantung dari masing-masing kelas penerbangan.

Untuk penerbangan full service akan mendapatkan diskon mencapai 45 persen dari harga tiket. Sedangkan penerbangan medium class mencapai 48 persen dan low cost carrier (LCC) mencapai diskon 50 persen.

Selain itu, Budi selaku Menhub juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Keuangan untuk memberikan kemudahan dan insentif.

Kemudahan yang dimaksud adalah pengurangan kewajiban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh maskapai.

Sedangkan Kementerian Pariwisata memberikan insentif diskon sekitar 20 hingga 50 dollar bagi turis asing yang berwisata ke Indonesia dan harus berhubungan dengan travel agen.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, mengatakan, diskon 50 persen tersebut terdiri dari insentif dari dua lembaga berbeda, yaitu pemerintah pusat dan PT Pertamina (Persero).

Pemerintah pusat memberikan insentif sebesar 30 persen dan 20 persen untuk potongan harga avtur yang dibeli dari PT Pertamina (Persero). Anggaran yang disediakan untuk diskon tersebut mencapai Rp 443,3 miliar.

Selain potongan harga tiket maskapai, pemerintah juga membebaskan pungutan pajak hotel dan restoran selama 6 bulan.

Kebijakan tersebut teruntuk 10 destinasi wisata dan 33 kabupaten atau kota. Nantinya pemerintah pusat akan memberikan kompensasi sebesar Rp 3,3 Triliun kepada pemerintah daerah.

“Ini sebagai ganti dari pembebasan pungutan pajak tersebut sehingga pemerintah daerah tak mengalami kerugian,” ujar Sri Mulyani yang dikutip dari Katadata.co.id.

Comment here