BeritaNasional

Pembatasan Kegiatan Yang Perlu Diketahui Masyarakat Saat PSSB Di Jakarta

Ilustrasi Pembatasan Kegiatan - Moslem Journey

Moslem Journey – DKI Jakarta akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dalam penerapan PSBB tersebut, ada beberapa kegiatan tertentu penduduk Jakarta yang akan dibatasi guna mencegah kemungkinan penyebaran virus corona makin meluas.

Adapun penerapan PSSB yang dilakukan di DKI Jakarta merupakan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No. 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19) dan sudah disetujui oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Berikut ini pembatasan kegiatan yang harus diketahui masyarakat DKI Jakarta saat PSSB sudah dilaksanakan pada Jumat (10/4):

1. Pembatasan Kegiatan Pendidikan Dan Tempat Kerja

Selama PSBB, setiap kegiatan pendidikan atau proses belajar-mengajar baik di sekolah, lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian, pembinaan, dan lembaga sejenisnya diberhentikan sementara dan digantikan dengan proses belajar-mengajar di rumah dengan media yang efektif.

Namun bagi lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian, pembinaan, dan lembaga sejenisnya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan tidak termasuk dalam pembatasan kegiatan ini dan akan tetap dilakukan seperti biasa.

2. Pembatasan Tempat Kerja

Tempat kerja juga akan memperlakukan pembatasan kegiatan dengan meliburkan proses kerja di kantor dan diganti dengan proses bekerja di rumah atau Work From Home (WFH). Namun, bagi delapan sektor tempat kerja akan tetap berjalan selama masa PSBB diterapkan, yakni:

  1. Sektor kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, dan industri kesehatan, seperti produsen dan disinfektan tetap beroperasi.
  2. Sektor pangan, yakni yang berkaitan dengan makanan dan minuman.
  3. Sektor energi, dalam sektor ini terkait dengan air, gas, listrik, dan pompa bensin.
  4. Sektor komunikasi, yakni jasa komunikasi maupun media komunikasi.
  5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal, tetap diizinkan beroperasi.
  6. Sektor logistik yang terkait dengan distribusi barang akan tetap berjalan seperti biasa.
  7. Sektor kebutuhan sehari-hari, seperti ritel, warung, dan toko kelontong yang menjual kebutuhan warga juga tetap beroperasi.
  8. Sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.

3. Pembatasan Kegiatan Keagamaan

Setelah kegiatan pendidikan dan pekerjaan dibatasi, kegiatan keagamaan turut juga dibatasi karena termasuk salah satu kegiatan yang mengundang banyak orang berkumpul dalam satu tempat ibadah. Sehingga tempat ibadah tersebut ditutup sementara untuk umum.

Kegiatan keagamaan diubah dengan melaksanakan di rumah serta dilakukan bersama keluarga dengan menjaga jarak setiap orangnya. Pembatasan tersebut dilaksanakan berdasarkan pedoman yang berlaku pada peraturan perudang-undangan dan fatwa (pandangan) lembaga keagamaan yang di anut dan resmi diakui pemerintah.

4.  Pembatasan Kegiatan Di Tempat/Fasilitas Umum

Pembatasan ini dilakukan dengan cara membatasi jumlah dan pengaturan jarak orang yang memasuki/menggunakan fasilitas umum di Jakarta. Seperti fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun milik swasta atau masyarakat, semua akan di tutup.

Meskipun demikian ada beberapa fasilitas umum yang dikecualikan dan akan tetap dibuka berdasarkan Permenkes No 9 Tahun 2020. Pengecualian tersebut dilakukan dengan syarat memperhatikan pembatasan kerumunan orang berdasarkan protokol kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.

Fasilitas umum dikecualikan tersebut, diantara:

Supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, gas, dan energi, fasilitas pelayanan kesehatan dan tempat atau fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk lainnya, termasuk kegiatan olahraga.

Dalam penggunaan fasilitas umum tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membatasi jumlah maksimal selama masa PSBB, yakni hanya diperbolehkan 2-5 orang dan tidak lebih. Apabila melanggar, masyarakat akan ditindak tegas oleh Pemprov bersama Polisi dan TNI.

5. Pembatasan Moda Transportasi

Moda transportasi baik pribadi dan umum juga turut terkena PSBB oleh Pemprov DKI Jakarta, moda transportasi tersebut perlu memperhatikan penumpang dan menjaga jarak antar penumpang. Sedangkan untuk moda transportasi pembawa barang, perlu memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

Adapun untuk moda transportasi umum akan diterapkan pembatasan jam operasional dan jumlah penumpang.  Untuk pembatasan jam operasional akan dimulai pukul 006.00-18.00 WIB, sedangkan untuk kapasitas penumpang hanya diperbolehkan masuk ke dalam kendaraan berkisar 50 persen.

Bedanya dengan moda transportasi umum, moda transportasi pribadi tidak ada pembatasan penggunaan untuk keluar dan masuk Jakarta. Hanya saja, jumlah penumpang harus dibatasi dan harus menjaga jarak (physical distancing).  Sedangkan untuk moda transportasi logistik akan mengalami pembatasan.

 

Comment here