BeritaNasional

Pasukan TNI Dan Polri Dikerahkan Saat Menuju New Normal Untuk Mendisiplinkan Masyarakat

Pasukan TNI Dan Polri

Moslem Journey – Tentara Negara Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) kerahkan pasukannya ke 1.800 titik di empat provinsi, 11 kabupaten, dan 14 kota Indonesia untuk mendisplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan demi menuju kondisi normal baru (new normal).

Dilansir dari media pemberitaan JPNN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pasukan TNI dan Polri ini dikerahkan untuk mendisplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan sudah dilakukan sejak 26 Mei.

“Pasukan tersebut akan berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB, titik-titik itu berada di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota,”kata Presiden Jokowi.

Berikut ini adalah daftar provinsi, kabupaten, dan kota yang akan dijaga oleh pasukan TNI dan Polri.

Provinsi:

  1. Provinsi DKI Jakarta.
  2. Provinsi Jawa Barat.
  3. Provinsi Sumatera Barat.
  4. Provinsi Gorontalo.

Kabupaten:

  1. Kabupaten Kampar.
  2. Kabupaten Pelalawan.
  3. Kabupaten Siak.
  4. Kabupaten Bengkalis.
  5. Kabupaten Tangerang.
  6. Kabupaten Sidoarjo.
  7. Kabupaten Gresik.
  8. Kabupaten Malang.
  9. Kabupaten Banjar.
  10. Kabupaten Barito Kuala.
  11. Kabupaten Buol.

Kota:

  1. Kota Pekanbaru.
  2. Kota Dumai.
  3. Kota Palangkaraya.
  4. Kota Tarakan.
  5. Kota Banjarmasin.
  6. Kota Banjar Baru.
  7. Kota Tegal.
  8. Kota Surabaya.
  9. Kota Malang.
  10. Kota Batu.
  11. Kota Palembang.
  12. Kota Prabumulih.
  13. Kota Tangerang.
  14. Kota Tangerang Selatan.

Dengan adanya pengerahan TNI dan Polri di sejumlah wilayah untuk mendisplinkan masyakat mengikuti protokol kesehatan, Presiden Jokowi berharap, akan ada penurunan kurva penyebaran virus corona di beberapa provinsi tersebut.

“Kita harapkan kurva dari penyebaran COVID ini akan semakin menurun, kita melihat R0 (Reproduction Number, Red) di beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harap semakin hari makin turun dengan digelarnya pasukan dari TNI dan Polri di lapangan,” kata Presiden Jokowi.

Di lain sisi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Seperti pendisiplinan di awali dengan lalu lintas, stasiun kereta, tempat perniagaan dan tempat-tempat umum yang mendukug kepentingan masyarakat.

“Seperti saat ini di tempat lalu lintas masyarakat, stasiun kereta, kemudian siang nanti rencananya Presiden juga akan meninjau adalah tempat niaga khususnya ‘food hall’ di Bekasi dan tempat-tempat untuk mendukung kepentingan masyarakat, seperti apotek, penjualan obat terus kita awasi,” kata Hadi.

Pada awalnya, TNI berencana mengatur kapasitas tempat publik tersebut agar tidak terdapat kerumunan masayarakat atau hanya dapat diisi setengahnya. Seperti mal berkapasitas 1.000 orang, hanya akan diizinkan 500 orang masuk ke dalam mal.

“Yang kita laksanakan adalah pertama harus seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker, kedua dalam berkegiatan harus menjaga jarak aman, kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer,” kata Hadi.

Comment here