BeritaNasional

Pariwisata Bali Menjadi Lesu Akibat Virus Korona

Moslemjourney.com – Banyak negara yang melakukan pembatasan terhadap masuknya turis China dalam rangka antisipasi penyebaran virus korona, salah satunya Indonesia. Akibatnya, hal tersebut berdampak cukup signifikan terhadap sektor pariwisata Indonesia.

Mengutip Detik.com Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nunung Rusmiati mengatakan saat ini sekitar 20.000 wisatawan mancanegara (wisman) sudah membatalkan perjalanannya untuk berwisata ke Bali.

Nunung juga menambahkan, angka tersebut tentu saja akan terus bertambah jika virus corona belum bisa diselesaikan.

“Jadi itu banyak sekali sudah 20.000 wisatawan yang cancel sampai saat ini dan masih akan terus bertambah kalau tidak bisa diselesaikan. Itu hanya di Bali, belum lagi di yang lain, Manado, Batam, semua lah. Apalagi 25% kedatangan wisatawan ke Bali itu orang China,” kata Nunung Minggu (9/2/).

Nunung mengatakan, adanya virus Corona membuat pariwisata menjadi lesu. Baik dari agen travel, pesawat, hotel, restoran, hingga pusat oleh-oleh.

“Memang dengan adanya virus corona ini tidak hanya travel, tetapi dari pesawat, hotel, restoran, souvenir, semua itu sangat terpengaruh. Semua mempengaruhi karena itu satu paket,” katanya.

Perihal kerugian, Nunung memperkirakan bisa mencapai angka miliaran rupiah. Itu bisa diperkirakan dari wisatawan China yang biasa menghabiskan uang sekitar US$ 1.300 atau setara Rp 17.826.250 (Kurs dolar terhadap rupiah Rp 13.712,50) dalam sekali perjalanan ke Indonesia.

“Bisa dilihat saja kalau 20.000 orang yang cancel setiap spending money-nya antara US$ 1.000-1.300,” tuturnya.

Agar hal ini tidak berlanjut terus menerus, maka pihaknya akan mengantisipasi agar dampak ini tidak makin melebar. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah maskapai dan hotel untuk memberikan paket perjalanan.

“Dengan adanya ini saya sebagai ketua umum harus memberikan kepada anggota-anggota saya itu harus kreatif dan inovatif. Jadi kita bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan hotel untuk menawarkan paket perjalanan,” ungkapnya.

 

RDA

Comment here