BeritaInternasional

Palestina Menutup Sementara Situs-Situs Wisata Religi

Palestina Menutup Sementara Situs-Situs Wisata Religi - Moslem Journey

Moslem Journey – Pemerintah Otoritas Palestina menutup sementara situs-situs wisata dan religius karena meningkatnya jumlah kasus virus corona (COVID-19).

Penutupan situs-situs tersebut dilakukan di seluruh kota Betlehem, Ramalah, Hebron, dan Yerusalem sejak 6 Maret 2020 hingga satu bulan ke depan.

Otoritas Palestina juga menghimbau kepada agen perjalanan, agen wisata, dan manajer hotel sementara waktu tidak menerima atau melayani wisata asing.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Yordania melalui pernyataan resminya berencana untuk menghentikan berbagai aktivitas perjalanan wisata yang dilakukan melalui Yordania – Palestina.

Menurut Mohammad Shtayyeh, Perdana Menteri Palestina, mengungkapkan bahwa saat ini otoritas Palestina dan Yordania masih melakukan kontak secara intens.

“Kita mungkin dipaksa untuk menutup jembatan (perbatasan) dalam beberapa hari mendatang, dan mudah-mudahan kita tidak perlu melakukan itu,” kata Shtayyeh yang dikutip dari Republika.co.id.

Dengan meningkatnya kasus virus corona di Palestina, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman menghimbau kepada warga negara Indonesia untuk menunda perjalanan ke Palestina hingga situasi lebih kondusif.

Selain itu, warga negara Indonesia yang sudah terlanjur dekat dengan wilayah Palestina dianjurkan untuk tidak memaksa masuk melalui pintu perbatasan wilayah Yordania maupun Mesir.

Apabila sudah terlanjur atau sudah berada di wilayah Palestina, dianjurkan untuk keluar melalui perbatasan King Hussein Bridge (Allenby Bridge) atau melalui perbatasan Taba yang berbatasan dengan negara Mesir.

Perlu diketahui, kasus virus corona di Palestina tercatat meningkat menjadi 26 orang. Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina memberikan pernyataan darurat medis di Betlehem dan Jericho di Tepi Barat.

“Kementerian Kesehatan telah melaporkan meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi virus corona menjadi 26,” kata juru bicara Pemerintah Palestina, Ibrahim Melhem yang dikutip dari Republika.co.id.

Kedua kota tersebut terdapat sejumlah orang yang dicurigai terinfeksi virus corona menginap di sebuah hotel. Sehingga hotel tersebut dikarantina oleh Kementerian Otoritas Palestina.

Selain itu, karena kasus virus corona lembaga pendidikan dan pusat pelatihan di sekitar Kegubernuran Betlehem ditutup selama 14 hari.

Comment here