Liputan Event

Dari Panelis ke Pemenang: Kisah di Balik Kemenangan NIMS Adeliciousz di MIHAS Awards 2026

Dari sekian banyak nama yang disebut dalam rilis resmi pemenang MIHAS Awards 2026, ada satu yang terasa familiar buat kami yang mengikuti liputan MIHAS 2026 sejak hari ketiga: NIMS Adeliciousz Sdn Bhd. Perusahaan ini meraih salah satu dari tiga Product/Service Excellence Award tahun ini — dan menariknya, General Manager perusahaan ini, Tengku Norhanim Tengku Othman, baru dua hari sebelumnya tampil sebagai panelis di WiEX Forum @ MIHAS, forum diskusi bertajuk "Thriving Through Uncertainty: How Women Exporters Can Adapt, Compete & Grow".

Koneksi ini mungkin terlihat seperti kebetulan kecil, tapi sebenarnya menggambarkan sesuatu yang lebih besar soal bagaimana ekosistem MIHAS bekerja. WiEX Forum sendiri dirancang sebagai ruang berbagi wawasan antara pemimpin industri, pembuat kebijakan, dan eksportir sukses soal cara menavigasi dinamika perdagangan global yang terus berubah — termasuk soal memanfaatkan digitalisasi, kecerdasan buatan, diversifikasi pasar baru, dan membangun bisnis yang tangguh serta berkelanjutan. Dua hari kemudian, salah satu panelisnya sendiri terbukti berhasil mempraktikkan apa yang dibahas di forum tersebut — dengan perusahaannya meraih pengakuan resmi lewat Product/Service Excellence Award.

Penting dicatat, penghargaan yang diraih NIMS Adeliciousz ini bukan dari kategori WiEX Award yang baru diperkenalkan tahun ini, melainkan dari kategori Excellence Award reguler — kategori yang terbuka buat semua exhibitor, bukan cuma bisnis yang dipimpin perempuan. Ini artinya NIMS Adeliciousz bersaing dan menang di kategori terbuka, bukan sekadar menang di "jalur khusus" perempuan. Bagi yang mengikuti diskusi soal representasi perempuan di dunia bisnis, ini jadi poin yang cukup berarti: bukti bahwa bisnis yang dipimpin perempuan mampu bersaing dan unggul di kategori penilaian yang sama dengan bisnis lain secara umum, tanpa perlu "kategori terpisah" untuk diakui.

MIHAS Awards 2026 sendiri dinilai lewat proses yang cukup ketat — tahap pre-assessment, sesi pitching di depan panel juri independen, sampai validasi dari auditor eksternal yang mengawasi seluruh proses evaluasi. Kriteria penilaiannya juga sudah bergeser dari sekadar performa bisnis semata, ke arah yang lebih menyeluruh: inovasi, keberlanjutan, digitalisasi, dan kapabilitas menghadapi perubahan pasar. Chairman MATRADE, Dato' Seri Reezal Merican Naina Merican, menyebut penghargaan ini soal mengakui kapabilitas yang akan membentuk industri halal masa depan — bukan cuma pencapaian hari ini.

Sayangnya, kami belum berhasil mewawancarai langsung pihak NIMS Adeliciousz soal apa saja yang membuat mereka terpilih sebagai pemenang, atau produk/layanan spesifik apa yang dinilai juri. Detail itu belum tersedia dari rilis resmi MATRADE, yang memang hanya mencantumkan nama perusahaan pemenang tanpa narasi detail per kategori. Kalau kesempatan wawancara terbuka ke depannya, cerita di balik kemenangan ini tentu bisa diperkaya lebih jauh — termasuk soal apa yang dibahas Tengku Norhanim di panel WiEX Forum dan bagaimana itu relevan dengan pencapaian perusahaannya.

Yang jelas, koneksi antara forum diskusi dan penghargaan ini jadi pengingat kecil tapi menarik: di balik rangkaian acara MIHAS yang padat selama empat hari, orang-orang yang kita temui di satu sesi seringkali adalah orang yang sama yang kembali muncul di sesi lain — kadang sebagai pembicara, kadang sebagai pemenang. Buat kami sendiri, ini jadi pengingat pentingnya terus mengikuti nama-nama yang muncul di setiap sesi liputan, karena ceritanya bisa saja belum selesai sampai di situ.

Cerita semacam ini juga menunjukkan nilai dari liputan berkelanjutan sepanjang acara multi-hari seperti MIHAS — dibanding cuma meliput satu momen besar lalu berhenti. Kalau kami cuma fokus ke pengumuman pemenang MIHAS Awards tanpa mengingat siapa saja yang tampil di forum-forum sebelumnya, koneksi antara Tengku Norhanim dan NIMS Adeliciousz ini mungkin nggak akan pernah terlihat. Ini jadi semacam pengingat kecil bahwa detail-detail yang tampak remeh di satu sesi, kadang baru terasa maknanya beberapa hari kemudian — dan kenapa mencatat nama-nama narasumber secara rapi sepanjang liputan multi-hari itu penting, bukan cuma buat kebutuhan artikel saat itu juga.


Moslem Journey akan terus mengikuti kiprah para pemenang MIHAS Awards 2026, termasuk NIMS Adeliciousz. Ikuti terus liputan lengkapnya.

Ilham Pradipta

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Garuda Indonesia Umrah Festival 2025
Liputan Event

GANDENG BANK MANDIRI, GARUDA INDONESIA GELAR GARUDA INDONESIA UMRAH FESTIVAL 2025 DI 16 KOTA BESAR INDONESIA

Jakarta, 22 Agustus 2025 – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan kembali menggelar umrah travel fair yang bertajuk Garuda Indonesia
Garuda Umroh Travel Fair
Liputan Event

GARUDA INDONESIA UMRAH FESTIVAL RESMI DIGELAR,PROYEKSIKAN PENJUALAN 49 RIBU KURSI PENERBANGAN

Jakarta, 29 Agustus 2025 – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia resmi menggelar Garuda Indonesia Umrah Festival 2025 yang didukung oleh