ArtikelBerita UtamaHistoryInternasionalJournalPengetahuan IslamPeradaban IslamTahukah Kamu

Nafas Islam dan Keindahan Masjid di Asia Tengah

Wilayah Asia Tengah memiliki sejarah Islam yang khas. Wilayah ini terdiri dari lima negara yaitu Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Kazakhstan.

Negara-negara tersebut adalah pecahan dari Uni Soviet. Nah, tahukah Sobat Mojou, bahwa mayoritas penduduk di Asia Tengah merupakan pemeluk Islam?

Nafas Islam pertama kali dibawa ke tanah Asia Tengah oleh Dinasti Abasiyyah pada abad ke-8 silam. Meskipun sempat mengikuti kebijakan sekuler dibawah peraturan Moskow, pelan tapi pasti, Islam mengalami akselerasi juga revitalisasi.

Baca juga 5 Negara Asia Dengan Penduduk Beragama Islam Terbanyak

Yuk simak jejak Islam di Asia Tengah yang bisa Sobat Mojou singgahi!

Kazakhstan

Negara ini dijuluki “Jantung Eurasia”. Tercatat sebanyak 70.2% penduduknya merupakan pemeluk islam bermazhab sunni. Meskipun politik pemerintahannya bersifat sekuler, Kazakhstan mampu menyeimbangkan perkembangan Islam dalam masyarakatnya. Sobat Mojou, jika berkunjung ke Kazakhstan jangan lupa singgah di Masjid Hazrat Sultan ya!

Foto: voxpopuli.kz

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Kazakhstan. Megah dan klasik, begitulah gaya arsitektur masjid ini dibangun. Sobat Mojou akan melihat banyak ornamen-ornamen tradisional Kazakhstan yang terpatri disetiap sudut dindingnya.

Selain Masjid Hazrat Sultan, ada pula Masjid Nur Astana. Uniknya, masjid ini memiliki dome atau kubah emas. Selain itu, ada 4 masjid lainnya yang dapat Sobat Mojou singgahi, seperti, Masjid Khoja Ahmed Yasavi, Masjid Mashkhur Jusup, Masjid Manjali, dan Masjid Sentral Almaty.

Kyrgyzstan

Berbeda dengan Kazakhstan, pemeluk Islam di Kyrgyzstan terhitung hingga 89%. Angka ini relevan dengan jumlah masjid yang dibangun mencapai 2.000 pada tahun 2015 lalu. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang tinggi. Bahkan, jumlah masjid lebih banyak dibanding sekolah.

Foto: wikiwand

Salah satunya ialah masjid baru yang bertempat di Ysyk-Ata tepatnya di Desa Pervomayskoe. Masjid ini memiliki desain yang minimalis. Tidak hanya itu, material yang dipakai pun menambah nuansa tradisional khas wilayah tersebut.

Selain itu, terdapat masjid unik lainnya yang berlokasi di Kota Karakol. Masjid Sentral Issyk-kul atau dikenal dengan Masjid Dungan, memiliki bergaya oriental dan dibangun tanpa paku. Tahukah Sobat Mojou bahwa masjid ini pernah dijadikan gudang? Ya, dahulu pada masa Soviet. Namun, pada tahun 1947 diserahkan kepada komunitas muslim lokal untuk kembali dialih fungsikan sebagai masjid.

Uzbekistan

Rumah Para Cendekiawan Muslim“, inilah yang akan terpintas dibenak Sobat Mojou saat menelusuri jejak Islam di Uzbekistan. Imam Bukhari, Imam Timidzi, hingga Ali Qushji pernah lahir disini. Tempat-tempat bersejarah mudah ditemui terutama di Bukhara maupun Samarkand.

Foto: wikimedia

Salah satunya ialah, Kompleks Po’i Kalan. Kompleks ini berlokasi di Kota Bukhara. Di dalam lingkungan kompleksnya terdapat Masjid Kalan, Minaret Kalan, dan Mir’i Madrasah. Uniknya, letak madrasah dengan masjid berhadapan. Dipisah oleh halaman kompleks yang luas. Tempat lain yang me

Tajikistan

Berbeda dengan negara-negara diatas, meskipun memiliki starting point yang sama (merdeka pada tahun 1990an), pada perkembangannya pemerintah Tajikistan cenderung bersikap kurang asertif. Pasalnya, pemerintah terus berambisi mempertahankan sistem politik serta sistem sosial yang sekuler.

Pemerintah memulangkan pelajar yang belajar agama di luar negeri, melarang memanjangkan jenggot, hingga melakukan filtrasi imam yang akan ditugasi di masjid-masjid. Dilansir dari AsiaNews.it, terdapat 2.000 masjid yang telah diklaim tidak memiliki izin diubah menjadi beranda ataupun ruang selesa. Selebihnya, 3.900 masjid sudah mendapatkan izin pemerintah.

Foto: travelmagma

Salah satunya ialah Masjid Charki. Warna biru pada dinding yang dipatri mosaik-mosaik tradisional banyak menarik wisatawan.

Turkmenistan

Perkembangan Islam di Turkmenistan terbilang cukup lama. Tepatnya pada masa Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Hingga pada akhirnya mesti mengikuti pengaturan dibawah naungan Uni Soviet.

Pasca kemerdekaan, pemeluk Islam masih dibatasi oleh aturan pemerintah. Aturan ini hampir sama seperti yang dialami oleh muslim Tajikistan. Mereka menutup sekolah-sekolah yang didanai oleh Turki, membatasi kloter haji tahunan, memulangkan pelajar-pelajar yang mengambil jurusan agama di luar negeri, hingga pembangunan masjid yang diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Alasannya, pemerintah ingin “menjaga” Islam sesuai yang mereka mau demi menekan adanya radikalisme.

Kebijakan isolasionis, sejauh ini, menjaga Turkmenistan dari masalah militansi Islam yang terlihat. Namun disisi lain, berisiko karena memungkinkan adanya ground radicalism di masa mendatang. Meskipun begitu, masyarakat Turkmen tetap menghidupkan masjid-masjid mereka. Sobat Mojou, salah satunya, dapat berkunjung ke Masjid Ertuğrul Gazi.

Masjid yang berlokasi di Ashgabat ini, dapat menampung hingga 5.000 orang. Kubah-kubahnya berwarna biru dengan dinding berwarna khas putih tulang. Didalamnya terbentang karpet sajadah berwarna merah. Pengunjung dapat menemukan 4 minaret masjid berdiri tegak disetiap sudut masjidnya. Tidak hanya itu, terdapat taman dan air mancur di sekeliling pekarangan masjid ini.

Nah, Sobat Mojou, destinasi mana yang menarik untuk kamu kunjungi?

Baca juga 5 Destinasi Wisata Masjid Menarik Di Bandung

(fnrp)

Comments (1)

  1. Viagra Quel Cas Cialis Comprare Viagra San Marino buy cialis professional Cheap Levitra Canadian Pharmacy

Comment here