BeritaNasional

Mulai Jumat Minggu Ini, Kendaraan Pribadi Dilarang Keluar Jabodetabek

Jumat minggu ini

Moslem Journey – Mulai Jumat (24/4) minggu ini pukul 00.00 WIB, pemerintah resmi menerapkan larangan kendaraan pribadi asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dilarang keluar wilayahnya untuk melakukan mudik. Hal ini dilakukan pemerintah untuk memutuskan penyebaran virus corona di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, skema dalam aturan ini akan diterapkan secara ketat untuk seluruh kendaraan pribadi. Apabila ada yang berani melanggar dan tetap untuk mudik, maka tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan.

“kendaraan pribadi yang berasal dari luar Jabodetabek dilarang untuk masuk, begitu juga dengan kendaraan pribadi dari dalam Jabodetabek tidak diperbolehkan untuk keluar,” kata Budi dalam konferensi pers daring di Jakarta yang dilansir dari Kata Data, Jumat (24/4).

Budi mengatakan, Kemenhub sudah menyiapkan beberapa pos beserta petugas yang berwenang di beberapa titik perbatasan. Jalan yang dalam dalam pengawasan petugas tersebut, diantaranya di perbatasan jalan tol antara Jakarta-Cikampek-Sukabumi-Merak dan perbatasan jalan nasional Cianjur-Bekasi-Bitung.

“Di dalam pos pengawasan yang sudah disiapkan, ada petugas yang disiagakan dari pihak kepolisian, dinas perhubungan, Satpol PP, dan  TNI juga,” kata Budi.

Meskipun ada pemudik yang mencari/melewati jalan tikus untuk lolos keluar dari Jabodetabek, Budi merasa tidak khawatir. Sebab pihak kepolisian sudah tahu dan menentukan titik/jalan mana saja yang perlu diawasi. Oleh karena itu, Budi meminta pemudik untuk tidak berniat untuk melintas dan melanggar aturan ini.

“Jadi kami tegaskan, daripada kesulitan oleh pihak berwenang di pos-pos yang didirikan hingga ke jalan tikus. Mohon batalkan niat untuk bepergian ke lokasi Perbatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terutama Jabodetabek,” kata Budi.

Namun, aturan ini juga bersifat fleksibel/tidak kaku untuk beberapa kepentingan yang diharuskan untuk melintasi perbatasan Jabodetabek. Faktor Di lapangan, pihak pengawas akan menentukan boleh/tidaknya untuk melanjutkan perjalanan. Seperti para pekerja/pegawai dari dalam/luar Jabodetabek yang datang untuk urusan pekerjaan.

Juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, untuk pemberian sanksi akan diberlakukan dalam dua tahap. Pada tahap satu yang dilakukan pada 24 April-7 Mei akan diberikan teguran serta imbauan secara persuasif dan pemudik akan diarahkan untuk pulang ke lokasi asal perjalanannya.

Sedangkan pada tahap dua yang dilakukan pada 7-31 Mei atau berakhirnya peraturan ini akan diberikan sanksi atau denda sesuai dengan perundang-undangan yang sedang berlaku.

Comment here