BeritaNasional

Tarif Ojek Online Naik Hingga 12.5 Persen Mulai Senin 16 Maret 2020

Ilustrasi Tarif Ojek Online Naik - Moslem Journey

Moslem Journey – Mulai Senin 16 Maret 2020, tarif Ojek Online (ojol) resmi diputuskan naik oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengumumkan bahwa kenaikan tarif ojol sekitar 6 dan 12.5 persen.

Kenaikan tarif tersebut berpengaruh pada dua jenis tarif yang diberlakukan pada ojol, yakni tarif batas bawah (TBB) dan  tarif batas atas (TBA).

Besaran kenaikan tersebut sebesar Rp250 per kilometer (km) untuk tarif batas bawah (TBB) dan Rp150 per km untuk tarif batas atas (TBA).

“Untuk kenaikannya Pak Menteri (Perhubungan) dari Rp 225 (per km), beliau langsung sampaikan dibulatkan saja Rp 250 per km,” kata Budi yang dikutip dari Detik Finance, Kamis (12/3).

Dengan demikian, harga dari setiap tarif batas ojek online mengalami kenaikan. Harga TBB ojek online sebelumnya Rp2.000 menjadi Rp2.250 per km, sedangkan untuk tarif TBA  sebelumnya Rp2.500 naik menjadi Rp2.650.

Setelah dilakukan penyesuaian oleh pihak ojol maka biaya jasa minimal naik dari Rp 8.000-10.000 menjadi menjadi Rp 9.000-10.500 per 4 km.

“TBB menjadi Rp 2.250 dari 2.000 per km. Kemudian biaya TBA dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.650. Serta biaya jasa minimal kenaikannya setelah disesuaikan menjadi Rp 9.000 hingga sekitar Rp 10.500,” jelas Budi.

Saat ini pihaknya sedang menyiapkan landasan hukum baru sebagai payung hukum untuk tarif baru ojol yang akan diberlakukan.

“Jadi setelah kami umumkan, perlu ada penyesuaian terhadap algoritma di masing-masing aplikasinya para pengemudi. Jadi saya juga lagi menyiapkan pengganti Kepmen Nomor 348/2019,” kata Budi.

Ketika tarif ojol ini mulai berlaku, pihaknya akan melakukan evaluasi kepada kepatuhan aplikator untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Kenaikan tarif ojol ini hanya berlaku untuk pengemudi yang beroperasi di Zona II yang meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek.

Pemberlakuan kenaikan tarif di zona ini berdasarkan diskusi yang dilakukan Kemenhub dengan asosiasi pengemudi ojol.

“Dari hasil diskusi kita dengan beberapa asosiasi pengemudi ojol yang mewakili, yang diminta ada kenaikan hanya di wilayah Jabodetabek atau Zona II,” ujar Budi.

Sedangkan untuk Zona I dan III tidak diberlakukan kenaikan tarif ojol tersebut karena berdasarkan aspirasi, mereka sudah merasa puas dengan tarif yang berlaku saat sebelumnya.

Menurut dia, apabila di Zona ini mengalami kenaikan akan dikhawatirkan memengaruhi ekosistem penggunaan ojol yang sudah terbentuk dengan baik.

“Jadi artinya tarif yang sudah ada mungkin mereka sudah merasa nyaman. Sama juga dengan pasarnya juga sudah terbentuk. Jadi mungkin kalau ada sedikit kenaikan (tarif) mungkin malah akan terpengaruh,” tambahnya.

Comment here