BeritaInternasional

Merlion, Si Patung Ikan Berkepala Singa Singapura Akan Dihancurkan

moslemjourney.com – Beberapa bulan lagi Negara Singapura akan kehilangan landmark ikonik, patung Merlion yang dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia. Patung yang dikenal dengan bentuk ikan berkepala singa di Sentosa, Singapura, akan segera dihancurkan. Sebab, patung tersebut berada di lokasi pembangunan jalan raya yang akan menghubungkan pantai utara dan selatan di wilayah tersebut.

Proyek jalan raya tersebut akan dibangun termasuk bagian dari rencana jangka panjang Singapura untuk membentuk kembali pulau resort dan Pulau Brani yang berdekatan. Karena kedua pulau tersebut saling berdekatan, Singapura berencana untuk menjadikan kedua pulau tersebut menjadi wisata dan rekreasi utama. Sementara itu, patung Merlion akan terakhir dibuka untuk umum pada 20 Oktober dan empat restoran serta toko di sekitarnya akan ditutup mulai 21 Oktober.

Pekerjaan untuk menghancurkan patung yang memiliki tinggi 37 meter di pusat Sentosa ini akan dimulai pada akhir tahun 2019, pada saat pembangunan proyek Sentosa Sensoryscape dimulai. Proyek jalan raya tersebut, akan membutuhkan area seluas 30.000 meter persegi. Nantinya, jalan raya tersebut akan menghubungkan Resorts World Sentosa (RWS) yang menghadap daratan dengan pantai-pantai di selatan, dan mengganti jalan setapak yang ada.

Baca juga: Daftar Negara Bebas Visa Untuk WNI

Manajemen Sentosa Development Corporation (SDC) selaku pemilik proyek tersebut, mengatakan titik look-out, fitur air, dan elemen arsitektur lainnya yang akan dibangun akan menciptakan pengalaman multi-indera bagi pengunjung yang berjalan-jalan di pulau itu. Proyek Sentosa Sensoryscape dijadwalkan akan selesai pada tahun 2022, yang akan Proyek Sentosa Sensoryscape dijadwalkan akan selesai pada tahun 2022.

Rincian Rencana pembuatan Induk Sentosa-Brani, yang diumumkan oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidatonya di National Day Rally bulan September 2019, pada konferensi media di Sentosa, hari Jumat (27/9). Menurut SDC, kedua pulau akan dibagi menjadi lima zona, mengambil karakter lebih santai dan jauh dari perkotaan. Setiap zona yang dibangun akan memiliki fungsi dan fasilitas yang berbeda-beda, seperti Zona Vibrant Cluster yang akan di bangun membentang di kedua pulau tersebut.

Di Zona Vibrant Cluster akan dilengkapi dengan berbagai atraksi beskala besar di Island Heart yang akan ada hotel, ruang konferensi, restoran, serta gerai ritel. Sedangkan di Zona Waterfront terletak di Pulau Brani akan diisi oleh Discovery Park. Pada Zona Ridgeline akan dijadikan zona yang menghubungkan ruang hijau dari Gunung Faber ke Gunung Imbiah, bukan hanya itu saja di zana ini akan menampilkan atraksi alam dan warisan budaya.

Baca juga: Naik MRT di Singapura, Gampang Kok!

Sementara di Sentosa Island akan diremajakan dan dibenahi dengan dengan menampilkan pertunjukan air, arena bermain, serta objek wisata lain di zona Beachfront. Pulau Brani dengan luas 1,22 kilometer persegi atau sekitar seperempat ukuran Pulau Sentosa saat ini akan dijadikan terminal pelabuhan yang nantinya  akan dipindah ke Tuas pada 2027, bersama dengan terminal di Keppel dan Tanjong Pagar.

(IF)

Comment here