Uncategorized

Menuju Pasar Halal USD10 Triliun: Ini Strategi Malaysia Lewat MIHAS 2026

Pasar halal global diproyeksikan tembus USD10 triliun pada 2030 — dan MIHAS 2026 adalah salah satu kartu utama Malaysia untuk mengambil porsi sebesar mungkin dari pasar raksasa itu. Lewat International Sourcing Programme (INSP) yang dibuka hari ini, terlihat jelas bagaimana strategi besar itu dijalankan di lapangan.

Chairman MATRADE, Dato’ Seri Reezal Merican Naina Merican, menyebut INSP sebagai “mesin utama dan jiwa dari MIHAS”. Tahun ini, program tersebut memfasilitasi lebih dari 4.000 pertemuan bisnis terjadwal antara 600 eksportir Malaysia dan 450 buyer internasional dari 58 negara — angka yang menegaskan skala ambisi di balik strategi ekspor halal Malaysia. Pendekatan business matching berintensitas tinggi ini dirancang untuk langsung mengonversi minat buyer menjadi pesanan ekspor, bukan sekadar mempertemukan pihak-pihak yang belum tentu berlanjut.

Salah satu sinyal strategi paling menarik ada di sisi permintaan buyer premium: cakupannya kini merambah jauh melampaui makanan dan minuman, masuk ke bahan baku khusus, bioteknologi, keuangan syariah, logistik, hingga pendidikan. “Kaliber komersial buyer-buyer ini langsung mendorong diversifikasi ekspor Malaysia… mendorong pergeseran kita menuju ekspor berbasis jasa dan integrasi rantai pasok global yang lebih dalam,” ujar Reezal Merican. Pergeseran ini penting karena menunjukkan Malaysia tidak lagi hanya mengandalkan produk fisik sebagai andalan ekspor, tapi mulai membangun daya saing di sektor jasa bernilai tambah tinggi.

Secara regional, Asia Timur Laut dan ASEAN masih jadi basis buyer terbesar, tapi representasi dari Afrika terus tumbuh sebagai pasar non-tradisional. Bukti nyatanya: tahun ini INSP kedatangan buyer dari negara yang baru pertama kali berpartisipasi, seperti Comoros dan Rwanda — menunjukkan strategi Malaysia nggak cuma soal mempertahankan pasar lama, tapi aktif membuka pasar baru. Komposisi buyer yang disebut sebagai perpaduan seimbang antara pasar tradisional dan non-tradisional ini jadi indikator kalau strategi ekspansi pasar Malaysia berjalan sesuai rencana.

Strategi ini juga dirancang nggak berhenti di satu hari pameran. Selain sesi INSP fisik hari ini, ada juga komponen virtual yang berjalan dari 1 April sampai 30 November 2026, melibatkan hingga 150 buyer internasional dari jarak jauh — memperpanjang jangkauan strategi ekspor Malaysia sepanjang tahun, bukan cuma selama empat hari MIHAS berlangsung. Pendekatan dua jalur ini menunjukkan strategi Malaysia dibangun untuk jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil instan dari satu momentum pameran.

MIHAS 2026 sendiri merupakan edisi ke-22 sejak pertama digelar pada 2004, tercatat sebagai pemegang rekor Guinness World Records, dan mengusung tema “Shaping Trust, Driving Resilience” dengan cakupan 14 sektor industri halal. Dengan INSP sebagai mesin utamanya, strategi Malaysia terlihat jelas: menjadikan MIHAS bukan sekadar pameran tahunan, tapi infrastruktur permanen untuk menjaga posisi Malaysia sebagai hub halal dunia.

Moslem Journey akan terus mengikuti perkembangan strategi ini sepanjang MIHAS 2026 berlangsung. Ikuti terus liputan lengkapnya.

Ilham Pradipta

About Author

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Uncategorized

Malaysian Companies Invited to Register for INSP MIHAS 2026, More than 500 international buyers from 55 economies have confirmed participation

KUALA LUMPUR, 08 JULY 2026: The Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) invites Malaysian companies to seize new global business
Uncategorized

MALAYSIA’S GLOBAL HALAL VISION TAKES CENTER STAGE AS JAKIM AND MATRADE CO-UNVEIL GHaS 2026

KUALA LUMPUR, 24 AUGUST 2026 (MONDAY) – The Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) and the Department of Islamic Development