HistoryTahukah Kamu

Sejarah Zebra Cross Dan Masuknya Ke Indonesia

moslemjourney.com – Pernahkah sobat Mojou menanyakan kenapa zebra cross berwarna hitam putih dan digunakan oleh penjalan kaki (pedestrian) sebagai tempat penyeberangan jalan? Zebra cross biasanya ditemukan di dekat sekolah atau ruas jalan raya di setiap ada tiang lampu lalu lintas.

Zebra cross pertama kali diperkenalkan di Slough, Bershire, Inggris, pada tahun 1951. Zebra cross dibuat untuk mengurangi tragedi kecelakaan lalu lintas bagi pejalan kaki di kota tersebut. Disebut zebra cross dikarenakan warnanya yang menyerupai binatang zebra.

Selain itu, pada awalnya zebra cross memiliki warna biru dan kuning yang membentang di jalan. Karena warna kuning dan biru dianggap kurang jelas dilihat saat malam hari. Warna zebra cross diganti dengan warna hitam dan putih yang dianggap sangat kontras, sehingga bisa dilihat dari kejahuan.

Baca juga: Berkenalan Dengan Warna-Warni Dasar Rambu Lalu Lintas

Zebra Cross Masuk Ke Indonesia

Pada awal abad ke-20 an di Batavia, Indonesia, masih banyak orang yang bisa menyeberang di sembarang tempat. Pada dekade 1930-an, pertumbuhan kendaraan bermotor mengubah suasana jalan Batavia. Polisi mulai terlihat di persimpangan jalan besar untuk mengatur jalannya lalu-lintas kendaraan.

Pada  dekade tersebut, kota Batavia belum ada isyararat petunjuk lalu lintas. Namun, di kota Malang justru lebih dulu menggunakan lampu pengatur lalu lintas di banding Batavia. Batavia hanya mengenal alat petunjuk lalu lintas berupa tiang yang bertulisan vrij (bebas atau isyarat berjalan bagi kendaraan) dan stop (berhenti)  yang masih digerakkan secara manual oleh polisi lalu lintas.

Setelah Indonesia merdeka, Batavia berganti nama menjadi Jakarta. Pertumbuhan kendaraan di jalanan terus bertambah banyak. Menurut catatan kementerian penerangan dalam Djakarta Raya, di pertengahan tahun 1952 Jakarta terdapat 26.444 kendaraan bermotor belum termasuk sepeda dan becak.

Baca juga: Kenali Garis Marka Di Tengah Jalan Ini, Supaya Selamat Dari Kecelakaan

Pertumbuhan kendaraan bermotor yang semakin ramai,menyulitkan pejalan kaki untuk menyeberang. Kepadatan tersebut membuat cara baru untuk pengaturan lalu lintas. Pada saat itu, Pemerintah Kotapraja Jakarta menaruh alat petunjuk lalu lintas di persimpangan jalan yang ramai. Pemerintah juga memperkenalkan zebra cross.

Terkenalnya zebra cross sebagai rambu lalu lintas yang digunakan sebagai peyeberangan jalan meluas hingga 1960-an. Saat itu Jakarta bersiap menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1962. Pemerintah melebarkan jalan utama Sudirman dan Thamrin dengan pembuatan zebra cross yang dibuat di persimpangan yang ramai sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin. (IF)

Comment here