HistoryPeradaban Islam

Mengenal Kerajaan Islam Di Indonesia

moslemjourney.com— Akibat perkembangan agama Islam di Indonesia, hal tersebut  membuat berkembangnya kerajaan Islam di penjuru Indonesia. Eits, sebelum baca artikel ini sudah baca 3 teori masuknya Islam belum? Kalau belum, jangan lupa baca di sini ya! Supaya pemahaman sejarah Islam kamu lebih luas lagi. Sekarang marilah kita lihat 5 kerajaan Islam di Indonesia!

  1. Kerajaan Perlak (840-1292)
http://makalahirfan.blogspot.com/2016/09/kerajaan-perlak.html
http://makalahirfan.blogspot.com/2016/09/kerajaan-perlak.html

Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia. Raja pertama yang memegang tampuk pemerintahan adalah Raja Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syiah. Kerajaan ini dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yakni kayu berkualitas untuk kapal.

Kerajaan ini memiliki mata uangnya sendiri, yakni Mata Uang Perlak yang terbuat dari emas, perak, dan tembaga atau kuningan.

Kerajaan Perlak berakhir saat Sultan ke-18, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat meninggal tahun 1292 dan bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai.

  1. Kesultanan Samudra Pasai (1267-1521)

Raja pertama di kesultanan Samudra Pasai adalah Sultan Malik Al-saleh. Menurut Ibnu Battuta (pengembara asal Maroko) di tahun 1345, Samudra Pasai mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Sultan Mahmud Malik Az-Zahir.

Banyak pedagang dari Jawa, China, dan India yang datang. Sementara masa keruntuhannya terjadi pada masa pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin dimana saat itu Portugis merasa iri karena kemampuan dagang kerajaan ini sangat kuat.

Hal ini berhasil dilakukan, bahkan Kerajaan Aceh juga memanfaatkan kesempatan itu dengan memasukkan kesultanan Samudra Pasai ke dalam wilayahnya. 

Baca Juga : 5 Masjid yang penuh Sejarah di Kota Ta’if

  1. Kesultanan Ternate ( 1257- sekarang)

Kesultanan ini merupakan kerajaan tertua di Maluku. Raja pertama di kesultanan Ternate adalah Baab Mashur Malamo. Kesultanan ini juga dikenal dengan sebutan Kerajaan Gapi. Kesultanan ini juga cepat berkembang karena kedatangan bangsa Portugis yang membeli rempah-rempah terutama Cengkih.

Fase setelahnya, Portugis berambisi menguasai pasar rempah bahkan sampai menyebabkan perang saudara. Beruntung, pada tahun 1575 Portugis berhasil diusir di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah.

Di sini juga ditemukan 2 naskah, yaitu naskah tertua dari Sultan Abu Hayat II untuk Raja Portugis pada tanggal 27 April dan 8 November 1521 yang diduga merupakan naskah tertua kesultanaan Ternate. Untuk sekarang, kesultanan lebih digunakan sebagai simbol adat dan budaya.

  1. Kesultanan Cirebon (1430-1666)
http://www.cirebonkota.go.id/profil/sejarah/sejarah-keraton/
http://www.cirebonkota.go.id/profil/sejarah/sejarah-keraton/

Raja pertama yang memegang tampuk pemerintahan adalah Sultan Cirebon I Pangeran Walangsungsang ( Pangeran Cakrabuana ). Sang sultan kemudian meminta 3 tokoh penting yakni Syarif Abdurrahman, Syarif Abdurrahim, dan Syarifah Baghdad untuk mengajarkan agama Islam di Cirebon.

Sang kakak mendapat tempat yang dikenal dengan nama Panjunan sementara adiknya mendapat tempat yang dikenal dengan Kejaksan. Sementara Syarifah Baghdad menikah dengan salah satu anggota Wali Songo, Sunan Gunung Jati yang akhirnya juga bergelar Syarif Hidayatullah.

Pada masa de vide et impera, kekuasaan Cirebon dibagi menjadi 3 yaitu Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan.

  1. Kesultanan Aceh (1496-1903)
https://www.romadecade.org/kerajaan-islam-aceh/#!
https://www.romadecade.org/kerajaan-islam-aceh/#!

Raja pertama di Aceh kesultanaan ini adalah Sultan Ibrahim yang bergelar Ali Mughayat Syah ( 1514-1528 ). Pusat pemerintahannya ada di Kutaraja yang saat ini sudah menjadi Banda Aceh. Pemerintahan pada saat itu terdiri dari 2 sistem. Pemerintahan sipil di bawah kaum bangsawan , disebut juga teuku dan pemerintahan di bawah kaum ulama disebut golongan teuku atau teungku.

Masa keemasan terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Kesultanan ini menguasai wilayah Johor, Pahang, Kedah, Perak di Semenanjung Melayu dan Indragiri, Pulau Bintan dan wilayah lainnya.

Di abad 20, Belanda melihat celah untuk menghancurkan kesultanan Aceh. Belanda melakukan strategi yaitu dengan memecah antara kelompok ulama dan bangsawan dengan membakar masjid dan madrasah. 

Baca Juga : Sejarah Kampung Tertua Di Bali, Kampung Gelgel

  1. Kesultanan Demak (1475-1548)
https://www.kompasiana.com/vanessakarsten/5d70be95097f366165382892/menelusuri-jejak-kesultanan-demak-pelopor-islam-pertama-di-tanah-jawa?page=all
https://www.kompasiana.com/vanessakarsten/5d70be95097f366165382892/menelusuri-jejak-kesultanan-demak-pelopor-islam-pertama-di-tanah-jawa?page=all

Kesultanan ini adalah kerajaan pertama di Pulau Jawa. Raja yang memimpin pertama kali di sini adalah Raden Patah atau Pangeran Jimbun, putra raja Majapahit (1500-1518). Sebelumnya wilayah ini adalah dibawah kekuasaan Majapahit. 

Awalnya, kerajaan ini bernama Glagah atau Bintoro. Masa kejayaan Kesultanan Demak berada di bawah pemerintahan Sultan Treggono dimana sang sultan mengusir Portugis dari Sunda Kelapa yang dipimpin oleh Fatahillah. 

Sementara di tahun 1527, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Sunda Kelapa. Pusat kerajaan kesultanan Demak pernah dipindahkan ke Pajang pada masa pemerintahan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya.

  1. Kesultanan Banjar (1520-1860)
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/19/03/25/poxkop458-sepintas-sejarah-tentang-kesultanan-banjar
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/19/03/25/poxkop458-sepintas-sejarah-tentang-kesultanan-banjar

Kerajaan ini merupakan penerus dari kerajaan Negara Daha, kerajaan Hindu yang memiliki ibu kota di kota Negara ( sekarang dikenal dengan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan). Raja pertama yang memegang tampuk pemerintahan adalah Sultan Suriansyah ( 1526-1550). 

Awalnya ibu kota kerajaan ini adalah Banjarmasin yang kemudian dipindahkan lagi ke beberapa tempat sebelum akhirnya berhenti di Martapura yang dikenal juga dengan sebutan Kerajaan Kayu Tangi. 

Kerajaan ini juga memiliki mata uangnya sendiri, yaitu Doit.

  1. Kesultanan Mataram (1588-1681)

Raja pertama yang memegang tampuk pemerintahan di kerajaan ini adalah Panembahan Senopati. Kerajaannya mengandalkan sektor agraris atau pertanian. Kerajaan ini juga akan menjadi cikal bakal bagi kesultanan Ngayogyakarta dan Kasuhunan Surakarta. 

Kerajaan ini mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan sultan Agung yang memerintah pada tahun 1613-1645. Wilayah kekuasaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. 

Kesultanan Mataram meninggalkan beberapa peninggalan penting seprti persawahan di Pantura, Jawa Barat juga penggunaan Hancaraka dalam literatur bahasa Sunda.

Ini dia ulasan dari kerajaan Islam di Indonesia. Ternyata ada banyak juga ya! Apakah Sobat Mojou ada yang berasal dari salah satu kerajaan Islam di bawah ini?? Share di kolom komentar ya! (ans)

Comment here