BeritaInternasional

Mengenal Gagasan Travel bubble Dalam Dunia Penerbangan

travel bubble merupakan

Moslem Journey – Travel bubble merupakan kondisi dua/lebih negara yang berhasil mengontrol laju penyebaran virus corona sepakat untuk membut sebuah koridor perjalanan antar negara di tengah-tengah pandemi.

Koridor perjalanan ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalam hal tersebut dapat melakukan perjalanan secara bebas dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

Dengan adanya hal tersebut, mebuat penduduk melintasi perbatasan dengan mudah tanpa harus melakukan berbagai hal yang rumit/meminimalisir kerumitan yang diterima saat melakukan perjalanan.

Travel bubble juga dinilai dapat menjadi secercah harapan untuk orang-orang bahwa hidup dapat kembali seperti biasa. Selain itu, gagasan ini dapat membantu sektor bisnis sosial ekonomi dan penerbangan untuk dapat membuka kembali bisnis seperti setia kala.

Travel Bubble Dapat Memberikan Rasa Aman

Dilansir dari media online luar negeritravel bubble dapat menunjukkan pergerakan orang-orang menjadi aman kembali. Menurut para ahli, gagasan ini menjadi sebuah tantangan untuk banyak negara membatasi virus corona.

Misalnya, pemerintah akan mempersiapkan penelusuran kontak yang dilakukan oleh orang-orang yang sakit saat tiba dari luar negeri. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberhentian penyebaran virus corona ke populasi yang lebih besar.

Selain membuat pergerakan orang-orang menjadi aman, melakukan gagasan ini juga dapar membantu sektor ekomomi sosial dan sektor pariwisata dapat kembali bergerak roda bisnis mereka.

Travel bubble bisa saja menjadi rujukan untuk masa depan dunia perjalanan di seluruh dunia, kata Chris Roberts selaku Chie Executive of Tourism Industry Aotearoa.

Meskipun dmikian, Australia dan Selandia masih merasa harus berhati-hati untuk tidak teralu cepat membuka perjalanan internasional kembali supaya tidak menciptakan gelombang kedua penyebaran virus corona.

Jika tergesa-gesa melakukan hal tersebut, maka akan dapat membahayakan citra kedua negara tersebut pada wisatawan internasional, Karena dapa membuat pandangan wisatawan berubah menjadi negara yang tidak bersih dan tidak terpecaya.

Kendati demikian, Executive Director of the Australian Tourism Industry Council, Simon Westaway, dan Roberts tetap penuh harapan dengam adanya gagasan ini.

Menurut Roberts, apabila travel buuble dapat diterapkan dengan baik, maka hal tersbut juga daat dilakukan oleh negara lain. Sebab, kedua negara ini menjadi perhatian sunia karena keberhasilannya dalam menangani penyebaran wabah.

Comment here