BeritaPilihan

Ingat! Masuk Hari Kedua Uji Coba Aturan Ganjil-Genap

Moslem Journey – Pelaksanaan Uji Coba Kebijakan Perluasan Kawasan Pembatasan Lalu Lintas Sistem Ganjil-Genap sudah memasuki hari kedua. Uji Coba dilaksanakan mulai 12 Agustus s.d 6 September 2019. Uji coba dilaksanakan pada hari Senin s.d Jum’at pada pagi hari pukul 06:00 s.d 10:00 WIB dan sore hari pukul 16:00 s.d 21:00 WIB. Pemberlakuan sistem ganjil – genap mulai tanggal 9 September 2019 untuk mengurangi tingkat polusi udara dan mengurangi jumlah kendaraan roda empat di jalan raya ibu kota.

Ada 25 ruas jalan yang mengalami perluasan kawasan pembatasan lalu lintas sistem ganjil – genap:

Jl. Pintu Besar Selatan, Jl. Gajah Mada, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Majapahit, Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. M.H Thamrin, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Panglima Polim, Jl. Fatmawati (mulai dari Sp. Jl. Ketimun 1 s.d Sp. Jl. T.B. Simatupang), Jl. Suryopranoto, Jl. Balikpapan, Jl. Kyai Caringin, Jl. Tomang Raya, Jl. S. Parman (mulai dari Sp. Jl. Tomang Raya s.d Sp. Jl. KS. Tubun), Jl. Gatot Subroto, Jl. M.T. Haryono, Jl. D.I. Panjaitan, Jl. Ahmad Yani (mulai dari Sp. Jl. Perintis Kemerdekaan s.d Jl. Bekasi Timur Raya), Jl. Gunung Sahari, Jl. St. Senen, Jl. Kramat Raya, Jl. Salemba Raya, Jl. Pramuka. Pengecualian pada segmen persimpangan terdekat pintu masuk tol dan segmen pintu keluar sampai dengan persimpangan terdekat. 

Pengecualian Uji Coba untuk Kendaraan Bermotor Memasuki Kawasan Ganjil – Genap 

Kendaraan yang membawa masyarakat Disabilitas, kendaraan ambulans, kendaraan Pemadam Kebakaran, kendaraan Angkutan Umum Plat Kuning, kendaraan yang digerakkan dengan Motor Listrik, Sepeda Motor, kendaraan Angkutan Barang Khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG), kendaraan Pimpinan Lembaga Tinggi NKRI seperti Presiden dan Wakil Presiden, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ketua Mahkamah Agung (MA), kendaraan Dinas Operasional Berplat Dinas, TNI Dan POLRI, kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional Yang menjadi Tamu Negara, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas, kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas POLRI, seperti kendaraan Pengangkut Uang (Bank Indonesia,, Antar Bank, Pengisian ATM) dengan pengawasan dari POLRI.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menghimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan dengan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan.(cm)

Moslem Journey

Comment here