JournalLifestyle

Manfaat Kesehatan Tubuh Dan Mental Saat Traveling Berdasarkan Bukti Ilmiah

Manfaat Kesehatan

Moslem Journey – Selain membuat hati senang dan gembira, ternyata traveling juga memiliki manfaat lain yakni manfaat kesehatan untuk tubuh dan mental para traveler. Apalagi traveling ke tempat yang belum pernah dikujungi dan dapat pergi bersama-sama keluarga, menjadi kesenangan yang tak dapat dilupakan.

Menurut beberapa penelitian ilmiah, orang yang melakukan traveling akan memiliki kondisi kesehatan tubuh atau mental lebih baik dari sebelumnya. Berikut ini adalah lima bukti ilmiah yang menjelaskan traveling, baik untuk  seseorang dan memiliki manfaat kesehatan tubuh maupun mental para traveler.

1. Mengurangi Risiko Depresi

Tekanan pekerjaan serta tingginya pengharapan diri pada masyarakat yang didapatkan seseorang dapat membuat risiko depresi meningkat secara tidak di sadari. Sehingga, dengan melakukan traveling di tengah-tengah kesibukan harian dapat meringankan risiko depresi yang dirasakan.

Menurut studi yang dilakukan sebuah klinik di Wisconsin Amerika Serikat, seseorang memiliki tingkat depresi dan stres kronis yang lebih rendah apabila dapat berlibur sekurangnya dua kali dalam satu tahun. Berbeda dengan seseorang yang hanya dapat berlibur kurang dari sekali setiap dua tahun.

2. Membuat Lebih Bahagia Serta Kepuasan Diri dilakukan

Menurut studi yang Cornell University, seseorang akan cenderung lebih bahagia saat melakukan traveling. Sebab, orang tersebut tidak mengkhawatirkan dan cemas terhadap pekerjaan, lebih banyak beristirahatm dan memiiki suasana yang lebih baik dari sebelum melakukan traveling.

Menariknya lagi, kebahagian yang dimiliki orang tersebut dapat dilihat sebelum dimualinya perjalanan. Bahkan saat menyusun itinerary atau rencana perjalanan yang ingin dilakukan, orang tersebut juga dapat merasakan kebahagian. Besarnya rasa antisipasi tersebut dapat melebihi berbelanja di mall atau mendapatkan barang.

3. Meningkatkan Kreativitas Diri

Traveling juga dapat meningkatkan kreativitas diri seseorang, hal ini dibuktikan oleh Profesor di Columbia Business School Adam Galinsky. Menurut Adam, dengan melakukan traveling ke tempat atau negara asing dan terlibat dengan kebiasaan yang dimiliki dapat membuat seseorang menjadi lebih kreatif.

Dengan pengalaman asing yang didapatkan saat traveling dapat menigkatkan penyesuaian diri dengan kebiasaan lokal, kedalaman tingkah laku serta memiliki pemikiran yang kuat/tangguh. Membuat orang tersebut memiliki kemampuan membangun hubungan yang dalam dari bentuk apresiasi yang berbeda-beda.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Menurut sebuah studi yang dikerjakan oleh Global Commission on Aging and Transamerica Center for Retirement Studies bersama U.S. Travel Association, melakukan traveling terbukti dapat menurunkan risiko kematian dan serangan jantung.

Studi tersebut menyatakan, seseroang yang berlibur setidaknya dua kali setahun memiliki risiko seragan jantung yang lebih rendah, ketimbang seseorang yang hanya melakukan traveling sekali dalam enam tahun atau lebih. Setidaknya mengurangi 20 persen risiko kematian dan 30 persen lebih tinggi risiko penyakit jantung.

5. Menghilangkan Stres

Seksolog Klinis, Zoya Amirin, M.Psi, FIAS mengatakan, traveling dapat membantu seseorang melepaskan ketegangan yang ada dalam diri dan membuatnya lebih nyaman. karena rasa kebahagian yang diperoleh membuat tubuh melepas endorphin atau peghilang stres.

Selain itu, sebuah penelitiaan lain yan dirilis pada tahun 2018 menemukan bahwa liburan saat long weekend dapat memberikan efek positif seperti mengurangi stres, ketegangan, dan membantu memulihkan diri. Menariknya, efek ini akan berlangsung selama 45 hari.

Perlu diketahui juga, endorphin yang didapatkan saat traveling termasuk natural painkiller yang dapat dihasilkan dari beragam aktivitas yang dilakukan seseorang setiap hari, seperti melakukan olahraga, diving, atau melakukan hobi.

Comment here