Berita

KH. Cholil Menyayangkan RIBA di Peminjaman Online, Berikut Keburukkan Yang di Dapatkan Dari RIBA

Moslem Journey – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Nafis menyayangkan dengan pinjaman online fintecth yang ada di Indonesia. Karena, banyak pelaku pemilik pinjaman online atau fintecth yang memanfaatkan RIBA atau bunga sebagai keuntungan yang mereka dapatkan.

Menurut KH. Cholil, seharusnya pinjaman online ini harus dihilangkan atau diblokir dari Indonesia, karena dapat menyengsarakan masyarakat. Hal ini, diungkapkan olehnya di cuitan twitter pribadi miliknya, kalau ada masyarakat yang harus membayar uang yang dipinjamkannya berkali-kali lipat.

“Baru saja ada yang curhat kalau dirinya kelilit hutang bunga pinjaman online (pinjol) 24% setiap bulan. Dari awalnya pinjam 500 ribu jadi 6 juta. Segera pemerintah memblokir semua aplikasi pinjol itu karena sudah terbukti menyengsarakan umat.” Ungkap KH. Cholil melalui Twitter pribadinya pada Senin (12/08).

Padahal, berdasarkan dalil al Quran dan As sunnah sudah jelas bahwa RIBA adalah salah satu kegiatan yang haram dan harus dihindari oleh umat muslim. Karena dosa yang didapatkan dengan melakukan RIBA seperti dosa berzina dengan ibu kandung sendiri dan dilaknat oleh Allah SWT.

Seperti yang dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya” (HR Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Berikut adalah keburukkan yang akan didapatkan umat muslim yang tetap melakukan aktivitas RIBA dari Allah SWT.

  1. Kekal di Neraka

Salah satu ganjaran umat yang tetap melakukan RIBA di akhirat adalah kekal di neraka. Seperti yang difirman kan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah aat 275:

“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah SWT. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Baca juga: 6 Negara Mayoritas Penduduk Muslim, Sudahkah Kamu Berkunjung Kesana?

  1. Amal tidak diterima

Selain kekal di akhirat, umat muslim yang melakukan RIBA tidak akan di terima amal kebaikkannya oleh Allah SWT dalam bentuk apapun. Padahal amal ibadah ini, dapat mengurangi dosa. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam surat Ar-Ruum ayat 39:

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan pahalanya.”

  1. Doa tidak dikabulkan

Ganjaran lain yang didaptkan dari umat muslim yang tetap melakukan RIBA adalah tidak pernah dikabulkan oleh Allah SWT doa yang dipanjatkan. Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW berikut.

“Bahwa ada seseorang yang melakukan safar, kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku!” Akan tetapi makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan oleh barang yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan (oleh Allah SWT)”.

  1. Kehilangan berkah

Umat muslim yang melakukan RIBA juga akan kehilangan berkah atas rezeki yang didaptkan dari RIBA. Hasil RIBA juga tidak dapat berkah meskipun ia menginfakan atau menyedekahkannya. Sebab, Allah SWT tidak akan pernah mau menerima segala macam bentuk sedekah, infak maupun zakat yang telah dikeluarkan oleh pelaku riba.

Ibnu Mas’ud dari Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut. “Riba membuat sesuatu jadi bertambah banyak. Namun ujungnya riba makin membuat sedikit (sedikit jumlah maupun sedikit berkah).”

  1. Pelaku RIBA akan disiksa Allah SWT di akhirat

Salah satu keburukkan yang paling berat didapatkan adalah mendapatkan laknat dan siksaan dari Allah SWT di akhirat kelak. Hal ini menyebabkan pelaku riba tidak dapat lagi keluar dari dalam sungai darah. Sungguh mengerikan.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang di hadapannya terdapat bebatuan, setiap kali orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar darinya, lelaki yang berada di pinggir sungai tersebut segera melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut, sehingga ia terdorong kembali ke dalam sungai”. (IF)

Baca juga: 4 Masjid Tertua di Indonesia, Begini Wujudnya

 

Comment here