BeritaNasional

Kepolisian Jawa Timur Akan Memberlakukan Jam Malam Saat PSBB Di Tiga Daerahnya

Kepolisian Jawa Timur

Moslem Journey – Kepolisian Jawa Timur akan memberlakukan jam malam saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga daerahnya, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Sidoarjo dan akan diberlakukan pada Selasa (28/4).

Dilansir  dari media online Kompas, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan membenarkan pemberlakuan jam malam di ketiga daerah tersebut. Menurut dia, hal ini dilakukan untuk menjaga suasana PSBB dilakukan dengan tertib oleh masyarakat di wilayah penerapan PSBB.

“Untuk pemberlakuan jam malam yang dilakukan mulai Selasa (28/4) nanti, kita  akan memprioritaskan betul untuk menjaga suasana PSBB. Ini merupakan hal yang penting dilakukan, untuk itu masyarakat tidak perlu keluar rumah saat malam hari,” kata Luki.

Luki meminta kepada masyarakat agar mematuhi aturan PSBB untuk tidak keluar rumah dan beraktivitas apapun saat malam hari di luar rumah. Ia menegaskan akan menertibkan masyarakat yang melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku saat penerapan PSBB di Surabaya Raya.

Apabila ada masyarakat yang melanggar, pihaknya akan menertibkan dan memberikan imbauan untuk tidak beraktivitas di luar rumah saat malam hari. Selain itu, Kepolisian Jawa Timur telah menyiapkan sanksi atau denda tegas kepada mereka yang melanggar.

Namun, Luki tidak menjelaskan secara rinci sanksi atau denda tegas apa yang diberikan masyarakat yang melanggar aturan jam malam yang diterapkan saat PSBB. Ia menuturkan akan lebih mengutamakan imbauan persuasif kepada masyarakat yang melanggar.

Saat PSBB berlaku Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Sidoarjo tidak semua aktivitas malam dilarang. Akan ada beberapa aktivitas malam yang akan tetap diizinkan terus berjalan saat pemberlakuan jam malam, salah satunya ialah kegiatan pasar tradisional malam.

Selain itu, bagi aktivitas masyarakat yang yang berkaitan dengan kesehatan, logistik, dan makanan tetap diizinkan beraktivitas saat pemberlakuan jam malam saat PSBB. Dengan catatan, aktivitas yang dilakukan masyarakat tetap harus berdasarkan aturan khusus yang berlaku.

“Orang-orang yang nantinya akan berobat, ada yang mau beli obat, pengoperasian ambulans, ojek online yang akan antar makanan, apalagi pas bulan puasa. Untuk ojek online, juga boleh yang membawa barang,” kata Luki.

Dalam aturan jam malam ini tak tercantum dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 18 Tahun 2020, ataupun Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2020.

Namun, dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 31 tahun 2020 dan Peraturan Bupati Gresik Nomor 12 Tahun 2020, mengatur soal aturan jam malam itu. Dalam dua peraturan tersebut tertulis bahwa masyarakat dilarang beraktivitas pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Comment here