BeritaNasional

Kemenko Perekonomian Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pademi Virus Corona

Kemenko Perekonomian

Moslem JourneyKementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mengeluarkan skenario serta timeline pemulihan ekonomi pasca virus corona yang diperkirakan akan dilakukan mulai awal Juni 2020.

Dilansir dari CNBC Indonesia, skenario tersebut diketahui merupakan presentasi dari proposal dan dibuat oleh Ekonom Senior Raden Pardede dalam rapat resmi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melalui video conference, Kamis (7/4).

Meskipun demikian, Raden tidak banyak berkomentar dan hanya mengakui, bahwa skenario dan timeline pemulihan ekonomi tersebut hanya sekedar proposal saja.

Sedangkan Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengonfirmasi, skenario dan timeline pemulihan ekonomi tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian.

“Itu merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan sesudah pademi virus corona,” jelas Susiwijono.

Skenario dan timeline tersebut merupakan langkah antisipasi Kemenko Perekonomian untuk melakukan upaya-upaya yang perlu dilakukan setelah pademi virus corona mereda.

Saat ini Kemenko Perekonomian bersama kementerian dan lembaga terkait sedang membahasnya secara intens guna mematangkan kajian awal tersebut.

“Dalam waktu dekat Kemenko Perekonomian akan melakukan finalisasi atas Kajian tersebut, dan akan disampaikan kepada masyarakat,” tutur Susiwijono.

Berikut ini adalah skenario dan timeline yang tersebar di tengah-tengah masyarakat, yang dimana skenario dan timeline Pemulihan Ekonomi Nasional Bertahap yang menjadi kajian awal Kemenko Perkonomian.

Fase 1 (1 Juni 2020)

  • Industri dan Jasa Bisnis ke Bisnis (B2B) dapat beroperasi dengan menerapkan physical distancing dan kesehatan.
  • Fasilitas perbelanjaan tradisional dan modern belum boleh beroperasi, kecuali penjual masker dan fasilitas kesehatan.
  • Sektor kesehatan tetap beroperasi seperti biasa dengan memperhatikan kapasitas sistem/protokol kesehatan.
  • Berbagai kegiatan harian outdoor tetap dilarang berkumpul dalam keramaian (maks. dua orang dalam satu ruangan) dan belum diperbolehkan olahraga di luar rumah.

Fase 2 (8 Juni 2020)

  • Fasilitas perbelanjaan tradisional dan modern diperbolehkan membuka toko tanpa diskriminasi sektor (protokol ketat) yang meliputi aturan pekerjaan, melayani konsumen, dan tidak diperbolehkan ada kerumunan dalam toko.
  • Usaha pelayanan jasa yang berkontak fisik (salon, spa, dan lain-lain) belum diperbolehkan beroperasi.

Fase 3 (15 Juni 2020)

  • Fasilitas perbelanjaan tradisional dan modern masih seperti fase dua, namun ada evaluasi untuk membuka usaha pelayanan jasa yang berkontak fisik dengan protokol kebersihan ketat.
  • Kegiatan kebudayaan, seperti museum dan pertunjukan diperbolehkan beroperasi dengan syarat melakukan physical distancing atau melakukan kontak fisik.
  • Kegiatan pendidikan di sekolah diperbolehkan untuk dilakukan dengan syarat menerapkan sistem shift yang menyesuaikan jumlah kelas.
  • Olahraga di luar ruang sudah diperbolehkan, namun dengan menerapkan berbagai protokol.
  • Evaluasi pembukaan tempat/acara pernikahan, ulang tahun, dan kegiatan sosial dengan kapasitas lebih dari 2-10 orang.

Fase 4 (6 Juli 2020)

  • Pembukaan kegiatan ekonomi dari berbagai sektor akan dilakukan secara bertahap seperti di fase 3 dengan protokol kebersihan yang ketat dengan tambahan evaluasi.
  • Kegiatan di luar rumah dapat dilakukan lebih dari 10 orang.
  • Perjalanan ke luar kota dapat dilakukan dengan pembatasan jumlah penerbangan.
  • Kegiatan ibadah sudah dapat dilakukan di berbagai tempat ibadah dengan jumlah orang yang dibatasi.
  • Kegiatan berskala masif masih terus dibatasi.

Fase 5 (20 dan 27 Juli 2020)

  • Evaluasi fase 4 dan pembukaan tempat-tempat kegiatan ekonomi lainnya dalam skala besar
  • Seluruh kegiatan ekonomi diharapkan sudah dapat di buka pada akhir Juli atau awal Agustus, namun tetap melakukan protokol yang berlaku dan standar kebersihan serta kesehatan yang ketat.
  • Evaluasi secara berkala akan dilakukan hingga vaksin bisa ditemukan dan disebarkan secara massal.

Comment here