BeritaNasional

Kemenkes Tanggapi Peneliti Universitas Harvard Terkait Virus Korona di Indonesia

Sumber foto: liputan6.com

Moslemjourney.com – Akibat jarak Indonesia dan Thailand yang dekat dengan Wuhan, China, peneliti memprediksi kemungkinan di kedua negara tersebut akan ada banyak kasus infeksi korona.

Namun, hingga saat ini Indonesia sendiri melaporkan nol kasus infeksi korona. Hal ini membuat penelitian ahli dari Universitas Harvard menyatakan penyebaran virus corona memiliki kemungkinan tidak terdeteksi di Indonesia.

Menanggapi penelitian dari ahli tersebut, Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siswanto mengatakan penelitian yang dilakukan ahli Harvard itu hanya berdasarkan kalkulasi matematis dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Penelitian Harvard itu model matematik untuk memprediksi dinamika penyebaran virus corona berdasarkan orang lalu Lalang,” kata Siswanto saat ditemui Kompas.com di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (10/2).

Siswanto juga menuturkan, apabila dihitung dari hitungan matematis tersebut, seharusnya ada enam sampai tujuh kasus corona di Indonesia. Kenyataannya, berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium Litbang Kemenkes, sampai hari ini belum ada kasus positif virus korona satu pun.

“Kalau diprediksi, harusnya ada enam kasus. Harusnya kita bersyukur. Kita sudah terliti dengan benar. Penelitian itu hanya prediksi saja,” kata Siswanto.

Menurut update terbaru, virus corona yang menyebar di Wuhan, China telah mengakibatkan 1.013 orang meninggal dunia. Dari total tersebut, satu kasus kematian terjadi di Hong Kong dan satu kasus lain di Filipina.

 

RDA

Comment here