JournalLifestyle

Kebiasaan Baru Traveling Yang Berlaku Usai Penyebaran Virus Corona

kebiasaan baru traveling

Moslem Journey – Saat penyebaran virus corona usai akan ada beberapa kebiasaan baru traveling yang akan bermunculan dan akan dirasakan oleh para traveler. Bukan hanya traveler saja, namun kebiasaan baru ini juga akan dirasakan oleh pengelolah destinasi dan jasa perjalanan yang bersangkutan.

Kebiasaan baru traveling yang akan muncul ini tak bisa dipungkiri, sebab sudah lebih dari satu bulan lamanya para traveler/orang-orang tidak traveling karena penyebaran virus corona. Yuk simak selengkapnya, kebiasaan baru traveling akan dirasakan para traveler dan pengelolah traveling setelah penyebaran virus corona selesai.

1. Kebijakan Pengelolah Traveling Akan Lebih Ketat

Pengelolah traveling atau pelayanan perjalanan transportasi seperti bus, kereta, kapal laut, dan pesawat akan mengalami perketakan kebijakan untuk para penumpangnya. Jika sebelumnya pengelolah transportasi hanya melakukan pengecekan identitas diri dengan tiket, periksaan barang bawaan melalui X-ray dan proses lainnya.

Kemungkinan besar kebijakan pengelolah transportasi akan lebih ketat lagi dan memerlukan waktu yang lama. Seperti pemeriksaan suhu tubuh atau kesehatan lainnya, bahkan bisa saja diwajibkan untuk membawa surat keterangan sehat atau bebas penyakit berbahaya seperti virus corona.

2. Traveling Sementara Waktu Tidak Akan Sama Dari Sebelumnya

Untuk memulihkan traveling secara 100 persen/normal kembali, akan melakukannya maka akan memerlukan waktu/bertahap yang harus dilakukan oleh berbagai kalangan. Langkah awal yang mungkin dilakukan diantaranya ialah pembatasan jumlah dan pemberian jarak tempat duduk penumpang oleh pengelolah moda transportasi.

Bahkan ada beberapa pengelolah destinasi wisata yang sudah buka mungkin juga membatasi jumlah wisatawan yang masuk untuk meminimalisir berbagai risiko kesehatan/lainnya. Mengingat penyebaran virus corona baru saja selesai dan kemungkinan hal ini dilakukan hingga keadaan benar-benar kembali normal.

3. Traveler Akan Lebih Memilih Traveling Domestik

Setelah penyebaran virus corona selesai, banyak traveler akan lebih memilih liburan domestik (dalam negeri) ketimbang ke Internasional (luar negeri). Sebab dunia traveling saat penyebaran virus corona telah usai akan kembali normal secara bertahap. Kemungkinan akan lebih memilih traveling dalam negeri untuk menghindari risiko.

Kemungkinan besar destinasi wisata di dalam negeri sudah melakukan pemulihan lebih cepat ketimbang destinasi luar negari. Sebab banyak media/website yang mempromosikannya. Selain itu, traveling di dalam negeri juga mudah dijangkau, praktis karena tidak perlu mengurus beberapa hal dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.

4. Isi Koper/Tas Akan Ada Perlengkapan Yang Wajib Dibawa

Jika traveling sebelumnya hanya membawa keperluan pribadi untuk membersihkan diri dan pakaian seperti peralatan mandi, pakaian atas dan bawa, serta sepatu. Kebiasaan saat penyebaran virus corona seperti membawa masker, sabun cuci tangan, hand sanitizer, tisu basah maupun kering pastinya akan dilakukan oleh traveler.

Peralatan pencegahan kuman/virus tersebut sepertinya akan terus dipertahankan untuk dibawa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri, di mana pun dan kapan pun. Karena sudah banyak traveler yang sadar akan kebersihan tangan penting dilakukan setelah penyebaran virus corona.

5. Perubahan Perilaku Traveler

Penyebaran virus corona akan berpengaruh juga pada perilaku para traveler, akan ada banyak traveler yang merubah lamanya waktu traveling. Seperti memilih untuk melakukan traveling sekali dalam satu tahun namun dengan durasi yang cukup panjang/lama.

Selain itu, akan banyak perubahan perilaku pemesanan tiket perjalanan atau akomodasi penginapan. Para traveler akan lebih memilih membeli/menyewa kamar dan tiket perjalanan melalui website resmi, karena dirasa lebih aman dan fleksibel jika ada kejadian yang tidak diduga para traveler.

Comment here